Ilustrasi (foto/ist)

Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Serangan Houthi di Arab Saudi

JAKARTA, DELITIMES.ID – Harga minyak dunia menguat tajam, di mana minyak mentah Brent naik 4 persen ke level tertinggi dalam lima bulan. Kenaikan ini dipicu serangan kelompok Houthi di Arab Saudi yang meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Harga Brent bertambah US$ 4,35 menjadi US$ 113,17 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik US$ 2,32 atau 2,4 persen menjadi US$ 99,47 per barel, dikutip dari demokratis.co.id.

Menurut data perdagangan yang dikutip dalam laporan tersebut, harga penutupan Brent mencapai posisi tertinggi sejak 4 Mei 2026. Brent juga memasuki wilayah jenuh beli secara teknis untuk ketiga kalinya dalam sepekan, mencerminkan kuatnya tekanan beli di pasar.

Analis perusahaan energi Ritterbusch and Associates menilai kenaikan harga mencerminkan bertambahnya risiko geopolitik. Mereka mengaitkan pergerakan pasar dengan serangan terhadap infrastruktur Arab Saudi serta pembahasan mengenai kemungkinan serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

“Pasar minyak kembali menguat karena adanya tambahan premi risiko yang signifikan terkait serangan baru kelompok Houthi terhadap infrastruktur Arab Saudi, di tengah pembicaraan mengenai kemungkinan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran,” kata analis Ritterbusch and Associates, dikutip, Senin (26/10/2026).

Ketegangan tersebut juga berdampak pada aktivitas perusahaan energi Arab Saudi. Saudi Aramco telah meminta para pegawainya mengevakuasi kantor pusat perusahaan di Dhahran, yang berada dekat Bahrain, ketika pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi dari Yaman meningkat.

Konflik itu berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang terletak di pintu masuk Laut Merah. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik penting bagi pergerakan energi dan perdagangan internasional.

Dari sisi pasokan, analis Morgan Stanley memperkirakan ekspor minyak mentah Timur Tengah mencapai sekitar 17 juta barel per hari pada pekan sebelumnya. Sementara itu, data Kpler menunjukkan rata-rata ekspor minyak mentah kawasan tersebut mencapai sekitar 18 juta barel per hari selama 12 bulan sebelum konflik yang melibatkan Iran dimulai.

Di Amerika Serikat, Valero Energy (VLO.N) membukukan laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal III-2026. Berdasarkan laporan tersebut, hasil itu melampaui ekspektasi pasar karena gangguan pasokan bahan bakar yang berkaitan dengan perang di Iran dan Ukraina mendorong peningkatan margin perusahaan. (REL)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini