RSUD Kota Bekasi (foto/ist)

Kepemimpinan Dirut RSUD Kota Bekasi Dikeluhkan Pegawai, Wali Kota Bungkam

BEKASI, DELITIMES.ID – Kepemimpinan Ellya Niken Prastiwi sebagai Direktur RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, menuai keluhan dari sejumlah pegawai.

Mereka mengaku mengalami tekanan dalam bekerja dan berharap Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun tangan untuk menyikapi persoalan tersebut.

Salah seorang kepala bagian yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, situasi kerja di lingkungan rumah sakit saat ini dirasakannya semakin berat. Ia mengaku telah bertahun-tahun bekerja di bawah jajaran direksi, tetapi menilai kondisi yang dialaminya sekarang berbeda dari sebelumnya.

“Tidak layak sekali, saya sudah bertahun-tahun di sini, bekerja di bawah direksi, tapi kali ini yang parah, tidak manusiawi,” ujarnya.

Dengan mata berkaca-kaca, perempuan berhijab tersebut menceritakan tekanan yang dirasakannya selama menjalankan pekerjaan. Menurut pengakuannya, persoalan di tempat kerja bahkan memengaruhi kondisi emosionalnya hingga terbawa ke lingkungan keluarga.

Ia mengaku pernah mendapat bentakan dan makian ketika sedang menjalankan tugas. Perlakuan tersebut dinilainya tidak pantas dilakukan oleh seorang pimpinan terhadap pegawai.

“Saya dimaki-maki, saya diteriaki saat sedang bekerja, itu tak pantas sebagai panutan, apa salah saya. Tolong Pak Wali, tolong kami di sini,” katanya, dikutip dari kabarbekasi.id.

Tekanan yang dirasakan membuat pegawai tersebut mengaku mempertimbangkan untuk meninggalkan RSUD Chasbullah Abdulmadjid dan mencari tempat kerja lain. Ia bahkan menyatakan bersedia dipindahkan ke unit atau tempat kerja berbeda agar dapat menjalankan tugas dengan lebih tenang.

“Asalkan saya dipindah dari sini tidak apa-apa, serba salah bekerja di sini sekarang (RSUD), semua salah,” ungkap ibu dua anak tersebut.

Keluhan serupa disampaikan pegawai lainnya. Ia mengaku khawatir terhadap ancaman pemecatan ketika terjadi kesalahan dalam pekerjaan. Menurutnya, teguran yang diterima pegawai dinilai berlebihan dan menimbulkan kesan adanya perlakuan yang tidak seimbang.

“Kalau kami salah kami dimaki-maki, coba kalau dia (dirut) yang salah siapa yang memaki, enggak adil,” kata pegawai tersebut saat ditemui di ruang ICU.

Pemotongan

Selain persoalan komunikasi dan tekanan kerja, pegawai itu juga menyoroti kesejahteraan karyawan. Ia mengaku uang remunerasi yang diterima kerap mengalami pemotongan sehingga berdampak terhadap pendapatan yang dibawa pulang.

“Padahal gaji kami di sini sudah kecil, selalu dipotong, mau makan apa kami,” keluhnya.

Sejumlah keluhan tersebut memunculkan harapan agar Pemko Bekasi melakukan evaluasi terhadap situasi kerja di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Para pegawai berharap persoalan yang mereka sampaikan mendapat perhatian sehingga lingkungan kerja dapat berlangsung lebih baik dan profesional.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Direktur RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Ellya Niken Prastiwi, yang bersangkutan belum merespon. Selama lebih 24 jam, beberapa pertanyaan yang diajukan media ini, belum dijawab.

Demikian juga ketika pertanyaan serupa disampaikan ke Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

Pertanyaan yang disampaikan melalui nomor WA kedua pejabat ini, hanya terlihat centang dua hitam. Tidak jelas apakah memang belum mereka baca, atau keduanya mematikan notif centang dua biru pada aplikasi WA mereka masing-masing. (RED)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini