Demo Tuntut Utang Proyek Pemkab Batu Bara, Nyaris Baku Hantam

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Puluhan kontraktor dan pekerja lokal yang merasa muak dengan janji Pemkab Batu Bara atas pembayaran hutang proyek pembangunan infrastruktur berunjuk rasa menuntut agar Pemkab Batu Bara segera membayar dan melunasi hutang tersebut

BATU BARA, DELITIMES.ID – Puluhan kontraktor dan pekerja lokal yang merasa muak dengan janji Pemkab Batu Bara atas pembayaran hutang proyek pembangunan infrastruktur, berunjuk rasa menuntut agar Pemkab Batu Bara segera membayar dan melunasi utang tersebut. Dalam aksi unjuk rasa ini massa dan petugas keamanan nyaris baku hantam, Kamis (6/6/2024).

Massa yang terdiri dari kontraktor dan pekerja lokal asal Kabupaten Batu Bara ini menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Batu Bara dan Kantor Badan Keuangan Aset Daerah atau BKAD Batu Bara, Sumatera Utara.

Dalam aksi ini massa dan petugas keamanan sempat cekcok adu mulut dan nyaris baku hantam, karena massa sempat meminta untuk memasuki Kantor Bupati Batu Bara dan bermaksud untuk menyegel kantor bupati tersebut, karena biaya pembayaran pembangunan kantor bupati tersebut belum dilunasi oleh Pemkab Batu Bara.

Puluhan massa ini menuntut agar Pemkab Batu Bara segera membayarkan dan melunasi hutang-hutang proyek pembangunan infrastruktur dan jembatan yang sudah selesai dilaksanakan pada tahun 2023 lalu.

Dan saat ini pembangunan tersebut sudah dinikmati dan dirasakan dampak positifnya oleh warga Batu Bara. Namun mirisnya hingga saat ini sudah lebih dari setahun pascapembangunan, Pemkab Batu Bara masih belum membayar dan melunasi hutang proyek pembangunan tersebut. Sementara di sisi lain para kontraktor terpaksa harus membayar bunga bank dari pinjaman modal mereka yang tertanam sekian lama untuk proyek pembangunan di Batu Bara.

Dalam aksi ini massa meminta Pj Bupati Batu Bara Nizhamul untuk memberikan penjelasan terkait pembayaran yang selama ini menjadi tanda tanya bagi para kontraktor. Namun penjelasan dari Pj Bupati Nizhamul masih saja nihil, dengan alasan tidak berada di kantor.

Menanggapi hal tersebut Kepala Badan Keuangan Aset Daerah Batu Bara Rijali menjelaskan bahwa keuangan Pemkab Batu Bara sedang defisit dan membenarkan bahwa Pemkab Batu Bara berhutang sebanyak Rp32 miliar atas proyek pembangunan pada tahun 2023.

Jika ingin melakukan pembayaran hutang pemkab kepada kontraktor, maka BKAD Batu Bara harus mendapat izin dari Nizhamul selaku Pj Bupati Batu Bara. Jika belum mendapat izin dari Pj Bupati, maka BKAD Batu Bara tidak berani melakukan pembayaran proyek tersebut.

Aksi unjuk rasa berhenti setelah Sekda Batu Bara berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara kontraktor dan Pj Bupati pada Rabu mendatang, guna membahas pembayaran hutang proyek pembangunan Pemkab Batu Bara. (RED)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puluhan kontraktor dan pekerja lokal yang merasa muak dengan janji Pemkab Batu Bara atas pembayaran hutang proyek pembangunan infrastruktur berunjuk rasa menuntut agar Pemkab Batu Bara segera membayar dan melunasi hutang tersebut

Demo Tuntut Utang Proyek Pemkab Batu Bara, Nyaris Baku Hantam

BATU BARA, DELITIMES.ID – Puluhan kontraktor dan pekerja lokal yang merasa muak dengan janji Pemkab Batu Bara atas pembayaran hutang proyek pembangunan infrastruktur, berunjuk rasa menuntut agar Pemkab Batu Bara segera membayar dan melunasi utang tersebut. Dalam aksi unjuk rasa ini massa dan petugas keamanan nyaris baku hantam, Kamis (6/6/2024).

Massa yang terdiri dari kontraktor dan pekerja lokal asal Kabupaten Batu Bara ini menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Batu Bara dan Kantor Badan Keuangan Aset Daerah atau BKAD Batu Bara, Sumatera Utara.

Dalam aksi ini massa dan petugas keamanan sempat cekcok adu mulut dan nyaris baku hantam, karena massa sempat meminta untuk memasuki Kantor Bupati Batu Bara dan bermaksud untuk menyegel kantor bupati tersebut, karena biaya pembayaran pembangunan kantor bupati tersebut belum dilunasi oleh Pemkab Batu Bara.

Puluhan massa ini menuntut agar Pemkab Batu Bara segera membayarkan dan melunasi hutang-hutang proyek pembangunan infrastruktur dan jembatan yang sudah selesai dilaksanakan pada tahun 2023 lalu.

Dan saat ini pembangunan tersebut sudah dinikmati dan dirasakan dampak positifnya oleh warga Batu Bara. Namun mirisnya hingga saat ini sudah lebih dari setahun pascapembangunan, Pemkab Batu Bara masih belum membayar dan melunasi hutang proyek pembangunan tersebut. Sementara di sisi lain para kontraktor terpaksa harus membayar bunga bank dari pinjaman modal mereka yang tertanam sekian lama untuk proyek pembangunan di Batu Bara.

Dalam aksi ini massa meminta Pj Bupati Batu Bara Nizhamul untuk memberikan penjelasan terkait pembayaran yang selama ini menjadi tanda tanya bagi para kontraktor. Namun penjelasan dari Pj Bupati Nizhamul masih saja nihil, dengan alasan tidak berada di kantor.

Menanggapi hal tersebut Kepala Badan Keuangan Aset Daerah Batu Bara Rijali menjelaskan bahwa keuangan Pemkab Batu Bara sedang defisit dan membenarkan bahwa Pemkab Batu Bara berhutang sebanyak Rp32 miliar atas proyek pembangunan pada tahun 2023.

Jika ingin melakukan pembayaran hutang pemkab kepada kontraktor, maka BKAD Batu Bara harus mendapat izin dari Nizhamul selaku Pj Bupati Batu Bara. Jika belum mendapat izin dari Pj Bupati, maka BKAD Batu Bara tidak berani melakukan pembayaran proyek tersebut.

Aksi unjuk rasa berhenti setelah Sekda Batu Bara berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara kontraktor dan Pj Bupati pada Rabu mendatang, guna membahas pembayaran hutang proyek pembangunan Pemkab Batu Bara. (RED)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *