Ilustrasi (foto/IDNFinancials)

Demokrat Menang Pemilu Sela AS, Wall Street Menguat

JAKARTA, DELITIMES.ID – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat tajam pada perdagangan kemarin, setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu.

Hal ini disebut meredakan ketidakpastian politik dan mendorong minat investor terhadap aset berisiko.

Partai Demokrat berhasil merebut kendali senat dan Dewan Perwakilan Rakyat setelah meraih kemenangan di sejumlah wilayah yang selama beberapa generasi menjadi basis kuat Partai Republik.

Kepala Strategi Ekuitas US Bank Wealth Management Terry Sandven mengatakan, kepastian hasil pemilu mengurangi ketidakpastian politik sehingga mendorong penguatan pasar saham.

“Saham-saham menguat tajam hari ini karena kejelasan hasil pemilu mengurangi ketidakpastian,” ujar Sandven, dikutip dari Komparan, Kamis (5/11/2026).

Hasil pemilu juga menciptakan kondisi kebuntuan politik tertentu dalam pemerintahan yang dinilai dapat mendukung pergerakan harga saham.

“Pemilu ini menghadirkan tingkat kebuntuan politik tertentu dalam lanskap ekonomi. Kondisi tersebut sering kali menguntungkan harga saham, dan kita melihat sebagian dampaknya hari ini,” lanjutnya.

Di tengah penguatan Wall Street, pergerakan saham-saham yang berkaitan dengan industri AI justru terbagi dua. Saham perusahaan teknologi besar dengan cadangan kas kuat menguat, sementara operator pusat data dan sejumlah pemasok infrastruktur AI mengalami tekanan.

Saham Microsoft melonjak 6,7 persen, Amazon.com naik 6,1 persen, Alphabet menguat 3,2 persen, dan Meta Platforms bertambah 1,4 persen. Investor memperkirakan perlambatan ekspansi infrastruktur AI dapat mengurangi kebutuhan belanja dan pendanaan perusahaan teknologi besar.

Ada pun, saham operator pusat data anjlok. Saham Hut 8 merosot 23 persen, IREN turun 11 persen, Core Scientific melemah 10 persen, dan Applied Digital terkoreksi 6,7 persen.

Saham perusahaan pertahanan turut melemah setelah kemenangan Demokrat berpotensi mempersulit persetujuan usulan anggaran pertahanan Trump senilai USD1,5 triliun di Kongres. Saham Northrop Grumman, RTX, dan Lockheed Martin tercatat turun.

Saham SpaceX turun 3,9 persen dan Tesla melemah 3,3 persen. Kedua perusahaan yang dipimpin Elon Musk ini menjadi saham dengan kinerja terburuk pada perdagangan hari itu.

Musk sebelumnya menghabiskan hampir USD 500 juta untuk mendukung kandidat Partai Republik, termasuk dalam upaya mempertahankan kendali partai di Texas, negara bagian asal kedua perusahaan.

Tekanan juga terjadi pada sektor semikonduktor. Indeks Philadelphia SE Semiconductor turun 3,1 persen dan menyentuh level terendah dalam enam bulan terakhir.

Kemenangan Demokrat di sejumlah negara bagian yang menjadi pusat industri pusat data, termasuk Texas dan Georgia, turut menjadi perhatian investor. Penolakan masyarakat terhadap ekspansi industri pusat data yang berlangsung pesat di kedua wilayah tersebut dinilai dapat meningkatkan hambatan bagi pembangunan infrastruktur AI.

Kepala Strategi Ekuitas AS di Citi Research Scott Chronert menyebutkan perubahan laju pembangunan pusat data dapat memengaruhi prospek bisnis perusahaan pemasok infrastruktur AI.

“Cukup jelas bahwa perdagangan saham terkait AI akan menghadapi sejumlah hambatan di sana. Jika Anda menunda atau mengubah laju pembangunan pusat data, Anda mulai mengubah arah fundamental bisnis banyak pemasok tersebut,” papar Chronert.

Sentimen positif di pasar saham juga ditopang penurunan tajam harga minyak. Investor berspekulasi perubahan peta kekuasaan politik AS dapat mempercepat berakhirnya perang Iran.

Di pasar mata uang dan obligasi, dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang lainnya. Sementara, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor panjang bergerak turun. (REL)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini