KONI Sumut Masuki Pembinaan Atlet Tahap Dua Lebih Serius

MEDAN, DELITIMES.ID – Dalam mencapai target tiga besar nasional pada ajang PON XXI 2024 Aceh-Sumut, maka atlet daerah ini sudah memasuki pembinaan tahap dua sesuai dengan program Pelatihan Daerah (Pelatda) Jangka Panjang KONI Sumut.

Apalagi pembinaan prestasi atlet yang dilakukan KONI Sumut saat ini sudah menuju on the track sesuai program yang dirancang sejak tahun 2021 lalu.

“Ya program pembinaan atlet yang dicanangkan sejah 2021 hingga 2022 lalu, merupakan tahap pertama yang mana dari hasil pantauan akan dievaluasi agar bisa dilihat dimana letak titik lemah para atlet,” kata Dr. Budi Valianto MPd selaku Bid Binaan Prestasi (Binpres) KONI Sumut saat ditemui di ruang karjanya, Jumat (14/4/2023).

Menurut Budi, saat ini ditahun 2023 program pembinaan sudah memasuki tahap kedua yang mana pemantauan atlet akan lebih serius lagi. Contohnya, memperhatikan tingkat kehadiran atlet serta sejauh mana atlet melakukan program latihan dengan serius.

“Apalagi kita dari Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumut sudah memberikan suplemen guna menambah nutrisi para atlet. Selain itu, kita sudah masuk ketahap melayani guna melihat recopery (pemulihan) para atlet dengan menyediakan masiur-masiur serta trapis profesional, agar atlet saat berlatih tak ada masalah lagi,” ucap Budi serius.

Budi kembali mengatakan, setelah itu para pelatih dari setiap cabor diminta untuk mengintruksikan kepada para atlet agar tidak lagi melakukan latihan ketrampilan fisik saja, melainkan latihan beban yang langsung dipantau para petugas dari KONI Sumut.

“Jadi yang membedakan tahap pertama dimulai 2021-2022 dengan tahap kedua tahun 2023 adalah, meningkatnya tingkat latihan dari fisik ke beban, ” tambah Budi Valianto yang juga Dekan Fak Keolahragaan Unimed tersebut.

Baru ditahun 2024 msndatang menurut Budi akan dilakukan Pelatda penuh untuk semua cabor agar lsbih intensif dalam berlatih guna mencapai perestasi maksimal sesuai harapan pemerintah Sumatera Utara melalui KONI selaku induk top olahraga daerah ini.

Itupun kalau anggaran dana memenuhi barulah dilakukan Trening Camp (TC) dimana seluruh atlet diinapkan. Karena kalau dana ok, maka para atlet intruksikan agar melakukan latihan 12 sesi dalam seminggu. Sementaea ditahap pertama dan kedua, frekwensi latihan atlet berpariasi dari 10 sesi ke 12 sesi dalam seminggu.

“Artinya kita dari Binpres KONI Sumut sudah menjalan program pembinaan atlet secara serius msnuju PON XXI 2024 Aceh-Sumut,” ucap Budi lagi.

Disinggung mengenai program latihan dari sisi akademisi, menurut Budi sangat bagus sekali. Sebab yang membuat program pembinaan atlet taha pertama dan kedua dari pihak akademisi juga, maka dinilai sudah sesuai dengan langkah program pembinaan atlet.

“Sedangkan mengenai terjadinya masalah seperti, tingkat kehadiran atlet, perpindahan atlet, terjadinya dua lisme pengurus olahraga, maka itu bukan tanggunga jawab kita lagi melainkan harus diselesaikan sendiri oleh pengprov olahraga itu sendiri,” pungkasnya mengakhiri. (dimitri)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini