LBH Madina Yustisia Tantang Kapolres Tertibkan Tambang Galian C Ilegal Di Madina

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

MANDAILING NATAL, DELITIMES.ID – Lembaga Bantuan Hukum Mandailing Natal Yustisia (LBH Yustisia) mendesak Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh SH SIK, untuk segera menertibkan dan menindak tegas pelaku tambang galian C yang diduga ilegal di Kabupaten Madina.

Hal ini ditegaskan ketua LBH Madina Yustisia, Ali Isnandar, SH, MH melakui pres relisnya, Rabu (03/07/2024).

Advokad ini menegaskan bahwa praktik tambang tersebut telah menimbulkan kerusakan lingkungan, serta dapat membahayakan kehidupan bagi masyarakat di wilayah sekitarnya.

“Diduga kuat aktifitas tambang galian C ilegal ini tidak hanya melibatkan masyarakat biasa, tetapi juga diaktori oleh pengusaha dan preman.”ujarnya.

Namun mirisnya imbuhnya, aparat penegak hukum justeru terkesan melakukan pembiaran atas adanya kejahatan lingkungan tersebut.

Adanya dugaan pembiaran oleh aparat terlihat dari sikap kepolisian yang seolah-olah setengah hati bertindak tegas pada pelaku, padahal kejahatan lingkungan ini sudah sangat menjamur di Kabupaten Madina.

Lebih lanjut Ali menejelaskan, dalam teori negara demokrasi, apabila terdapat suatu tindakan pembiaran oleh aparat terhadap adanya suatu kejahatan hukum, menandakan bahwa negara (daerah) tersebut sedang di korupsi oleh pejabat-pejabat di dalamnya.

“Kita tidak mau masyarakat berspekulasi lebih jauh, kerena itu kita ingin sikap tegas dari Kapolres Madina agar masyarakat tidak saling lempar opini yang negatif terutama pada Polri.”sebutnya.

Kiranya sambung Ali, melalui kasus tambang galian C ini, Kapolres Madina mampu membuktikan kepada publik bahwa lembaga Polri benar-benar layak dan pantas disebut berada dalam ranking lima besar lembaga yang dipercaya publik, tidak hanya dalam survey.

Karena itu LBH Madina Yustisia menantang Kapolres Madina untuk membuktikannya dilapangan, melalui tindakan-tindakan nyata dan tegas terhadap pelaku dan mengusut semua aktor yang terlibat di dalamnya.

“Disinilah nyali dan Indenpendensi Kapolres Madina yang baru, di uji untuk memperbaiki daerah ini dari cengkraman para mafia-mafia tambang.”tandasnya. (ril)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LBH Madina Yustisia Tantang Kapolres Tertibkan Tambang Galian C Ilegal Di Madina

MANDAILING NATAL, DELITIMES.ID – Lembaga Bantuan Hukum Mandailing Natal Yustisia (LBH Yustisia) mendesak Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh SH SIK, untuk segera menertibkan dan menindak tegas pelaku tambang galian C yang diduga ilegal di Kabupaten Madina.

Hal ini ditegaskan ketua LBH Madina Yustisia, Ali Isnandar, SH, MH melakui pres relisnya, Rabu (03/07/2024).

Advokad ini menegaskan bahwa praktik tambang tersebut telah menimbulkan kerusakan lingkungan, serta dapat membahayakan kehidupan bagi masyarakat di wilayah sekitarnya.

“Diduga kuat aktifitas tambang galian C ilegal ini tidak hanya melibatkan masyarakat biasa, tetapi juga diaktori oleh pengusaha dan preman.”ujarnya.

Namun mirisnya imbuhnya, aparat penegak hukum justeru terkesan melakukan pembiaran atas adanya kejahatan lingkungan tersebut.

Adanya dugaan pembiaran oleh aparat terlihat dari sikap kepolisian yang seolah-olah setengah hati bertindak tegas pada pelaku, padahal kejahatan lingkungan ini sudah sangat menjamur di Kabupaten Madina.

Lebih lanjut Ali menejelaskan, dalam teori negara demokrasi, apabila terdapat suatu tindakan pembiaran oleh aparat terhadap adanya suatu kejahatan hukum, menandakan bahwa negara (daerah) tersebut sedang di korupsi oleh pejabat-pejabat di dalamnya.

“Kita tidak mau masyarakat berspekulasi lebih jauh, kerena itu kita ingin sikap tegas dari Kapolres Madina agar masyarakat tidak saling lempar opini yang negatif terutama pada Polri.”sebutnya.

Kiranya sambung Ali, melalui kasus tambang galian C ini, Kapolres Madina mampu membuktikan kepada publik bahwa lembaga Polri benar-benar layak dan pantas disebut berada dalam ranking lima besar lembaga yang dipercaya publik, tidak hanya dalam survey.

Karena itu LBH Madina Yustisia menantang Kapolres Madina untuk membuktikannya dilapangan, melalui tindakan-tindakan nyata dan tegas terhadap pelaku dan mengusut semua aktor yang terlibat di dalamnya.

“Disinilah nyali dan Indenpendensi Kapolres Madina yang baru, di uji untuk memperbaiki daerah ini dari cengkraman para mafia-mafia tambang.”tandasnya. (ril)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *