MEDAN – Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Kota Medan Tahun 2025 resmi dimulai. Pada hari pertama, Senin (21/4), sebanyak empat kelurahan mempresentasikan profil dan inovasi unggulan mereka di hadapan tim penilai, bertempat di Balai Kota Medan.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Tim Administrasi Pemerintahan Bagian Tapem, M. Aldo, yang mewakili Kabag Tapem Setda Kota Medan, Andrew Fransiska Ayu. Dalam sambutannya, M. Aldo menegaskan bahwa lomba ini merupakan sarana untuk mengevaluasi capaian dan perkembangan kinerja setiap kelurahan di Kota Medan.
“Penilaian ini dilakukan setiap tahun guna melihat sejauh mana kemajuan dan inovasi yang telah dilakukan oleh masing-masing kelurahan,” ujarnya.
Kelurahan Sidorame Barat I Tampilkan Inovasi “Sarkah”
Mengawali sesi pemaparan, Kelurahan Sidorame Barat I dari Kecamatan Medan Perjuangan mempresentasikan profil wilayah serta berbagai inovasi yang telah dilakukan. Lurah Sidorame Barat I, Kristoman Door, memaparkan sejumlah program yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, seperti kegiatan gotong royong, pembinaan UMKM, pengaktifan poskamling, dan edukasi lingkungan.
Salah satu inovasi unggulan yang ditonjolkan adalah program “Sarkah” (Sampah Menjadi Berkah). Program ini mewajibkan setiap Kepala Lingkungan (Kepling) untuk mengumpulkan sampah dari warga dan membawanya ke kantor kelurahan. Sampah-sampah tersebut kemudian disalurkan ke bank sampah setiap hari Jumat.
“Uang yang diperoleh dari bank sampah kami gunakan untuk membeli tempe dan sayur. Selanjutnya, bahan makanan ini disalurkan melalui Posyandu sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting pada anak-anak,” jelas Kristoman.
Paparan Berlanjut oleh Tiga Kelurahan Lainnya
Setelah Sidorame Barat I, giliran berikutnya adalah:
- Kelurahan Sidodadi (Kecamatan Medan Timur),
- Kelurahan Pulo Brayan Kota (Kecamatan Medan Barat),
- dan Kelurahan Helvetia Tengah (Kecamatan Medan Helvetia).
Masing-masing lurah menyampaikan presentasi yang mencakup profil kelurahan, kegiatan masyarakat, hingga inovasi-inovasi yang tengah dijalankan untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas hidup warga.
Selain pemaparan dari para lurah, TP PKK Kelurahan juga turut ambil bagian dengan mempresentasikan program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah mereka laksanakan.
Usai sesi pemaparan, tim penilai membuka sesi tanya jawab untuk menggali lebih dalam terhadap materi yang disampaikan, sekaligus sebagai dasar dalam proses penilaian akhir. (ts)














