MHAD Sumut Siap Kembangkan Budaya Melayu pada Generasi Millenial

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

MEDAN, DELITIMES.ID – Setelah berkoordinasi dengan Dewan Pembina Masyarakat Hukum Adat Deli (MHAD) Sumut, Bapak Abdillah dan Dewan Pertimbangan Adat, Lucky Muhairi Al-Aziz, maka siap meluncurkan program dalam hal pembangan Budaya Adat Melayu pada generasi millenial.

Dan program pengembangan tersebut, diserahkan kepada Wakil Ketua I, Umar Baki agar yang diharapkan para tokoh Melayu baik tingkat provinsi dan kabupaten kota daerah ini dapat terwujud.

“Ya saya ditunjuk sebagai penanggung jawab untuk melaksanakan program tersebut. Tapi semuanya itu harus ada persetujuan dari pihak Kesultanan Deli. Dan Alhamdulillah kita sudah dapat persetujuan sehingga konsulidasi kesetiap daerah baik kabupaten kota, saat ini sedang berjalan. begitu juga dengan kecamatan dan kelurahan juga mulai berjalan,” kata Umar Baki (foto) pada wartawan di Medan, Rabu (14/12/2022).

Dikatakan, khusus untuk kecamatan kelurahan dimulai dari kota Medan terlebih dahulu. Setelah itu baru menyusul kecamatan dan kelurahan disetiap kabupaten kota di Sumut.

“Didalam konsulidasi nantinya akan dibalut dengan silaturahmi dengan warga Melayu terutama pada gsnerasi millenial. Diacara itu akan diterangkan tentang pentingnya budaya agar tak hilang ditelan zaman,” ucap Baki yang juga Sekum MPD PPMI Kota Medan tersebut.

Menurut Baki, konsulidasi dengan dibalut silaturahmi yang sudah dilakukan yaitu, di Kelurahan Mabar dan Martubung. Dalam kegiatan itu, pengurus MHAD menyampaikan beberapa program penting tentang bagaimana caranya menghidupkan budaya Melayu diera millenial kepada generasi muda.

“Sama diketahui bahwa kantong-kantong suku Melayu tetap berada dipesisir, makanya kita memulai program pengembangan dikawasan pesisir seperti, Kec Belawan, Kec Medan Labuhan, Medan Marelan dan kota Medan sekitarnya,” tambah Wakil Ketua FKFFI Medan Deli tersebut.

Dan untuk memudahkan program pengembangan Budaya Melayu ke kaum mellenial, Umar Baki dibantu kepala kordinator, yakni T Fahrul Johan dan Sofyan. Kedua orang ini tugasnya berkordinasi dengan pihak kecamatan lalu ke kelurahan yang ditunjuk oleh penanggung jawab

“Seperti untuk Medan sendiri, kita memberikan waktu satu bulan kepada T Fahrul Johan dan Sofyan menemui camat dan lurah guna menyampaikan program kita agar bisa disosialisasikan ke tengah-tengah masyarakat,” kata Baki serius.

Sementara untuk kabupaten, koordinator yang ditetapkan sudah melakukan kordinasi dengan pihak Kab Sergai, Langkat, Tebing Tinggi dalam hal menggalakkan budaya Melayu lewat program pengembangan yang didalamnya selain budaya, ada juga program pendidikan, mengaji dan ketrampilan agar generasi millenial lebih kreatif.

Selain itu, program pemberantasan narkoba di tengah-tengah masyarakat khususnya diwilayah pesisir juga jadi prioritas utama dengan menempatkan pemuda-pemuda pilihan sehingga bisa menyelamatkan generasi muda terhindar dari bahaya narkoba.

“Kita juga membentuk laskar-laskar disetiap kabupaten kota, kecamatan dan kelurahan dengan tujuan agar penyebaran narkoba dapat diatasi. Untuk itulah kita akan bekerja sama dengan pihak kepolisian,” pungkas Umar Baki selaku Ketua SPI Kel Kota Bangun mengakhiri. (dimitri)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MHAD Sumut Siap Kembangkan Budaya Melayu pada Generasi Millenial

MEDAN, DELITIMES.ID – Setelah berkoordinasi dengan Dewan Pembina Masyarakat Hukum Adat Deli (MHAD) Sumut, Bapak Abdillah dan Dewan Pertimbangan Adat, Lucky Muhairi Al-Aziz, maka siap meluncurkan program dalam hal pembangan Budaya Adat Melayu pada generasi millenial.

Dan program pengembangan tersebut, diserahkan kepada Wakil Ketua I, Umar Baki agar yang diharapkan para tokoh Melayu baik tingkat provinsi dan kabupaten kota daerah ini dapat terwujud.

“Ya saya ditunjuk sebagai penanggung jawab untuk melaksanakan program tersebut. Tapi semuanya itu harus ada persetujuan dari pihak Kesultanan Deli. Dan Alhamdulillah kita sudah dapat persetujuan sehingga konsulidasi kesetiap daerah baik kabupaten kota, saat ini sedang berjalan. begitu juga dengan kecamatan dan kelurahan juga mulai berjalan,” kata Umar Baki (foto) pada wartawan di Medan, Rabu (14/12/2022).

Dikatakan, khusus untuk kecamatan kelurahan dimulai dari kota Medan terlebih dahulu. Setelah itu baru menyusul kecamatan dan kelurahan disetiap kabupaten kota di Sumut.

“Didalam konsulidasi nantinya akan dibalut dengan silaturahmi dengan warga Melayu terutama pada gsnerasi millenial. Diacara itu akan diterangkan tentang pentingnya budaya agar tak hilang ditelan zaman,” ucap Baki yang juga Sekum MPD PPMI Kota Medan tersebut.

Menurut Baki, konsulidasi dengan dibalut silaturahmi yang sudah dilakukan yaitu, di Kelurahan Mabar dan Martubung. Dalam kegiatan itu, pengurus MHAD menyampaikan beberapa program penting tentang bagaimana caranya menghidupkan budaya Melayu diera millenial kepada generasi muda.

“Sama diketahui bahwa kantong-kantong suku Melayu tetap berada dipesisir, makanya kita memulai program pengembangan dikawasan pesisir seperti, Kec Belawan, Kec Medan Labuhan, Medan Marelan dan kota Medan sekitarnya,” tambah Wakil Ketua FKFFI Medan Deli tersebut.

Dan untuk memudahkan program pengembangan Budaya Melayu ke kaum mellenial, Umar Baki dibantu kepala kordinator, yakni T Fahrul Johan dan Sofyan. Kedua orang ini tugasnya berkordinasi dengan pihak kecamatan lalu ke kelurahan yang ditunjuk oleh penanggung jawab

“Seperti untuk Medan sendiri, kita memberikan waktu satu bulan kepada T Fahrul Johan dan Sofyan menemui camat dan lurah guna menyampaikan program kita agar bisa disosialisasikan ke tengah-tengah masyarakat,” kata Baki serius.

Sementara untuk kabupaten, koordinator yang ditetapkan sudah melakukan kordinasi dengan pihak Kab Sergai, Langkat, Tebing Tinggi dalam hal menggalakkan budaya Melayu lewat program pengembangan yang didalamnya selain budaya, ada juga program pendidikan, mengaji dan ketrampilan agar generasi millenial lebih kreatif.

Selain itu, program pemberantasan narkoba di tengah-tengah masyarakat khususnya diwilayah pesisir juga jadi prioritas utama dengan menempatkan pemuda-pemuda pilihan sehingga bisa menyelamatkan generasi muda terhindar dari bahaya narkoba.

“Kita juga membentuk laskar-laskar disetiap kabupaten kota, kecamatan dan kelurahan dengan tujuan agar penyebaran narkoba dapat diatasi. Untuk itulah kita akan bekerja sama dengan pihak kepolisian,” pungkas Umar Baki selaku Ketua SPI Kel Kota Bangun mengakhiri. (dimitri)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *