Pegulat Putri Septia Fokus pada Fisik dan Tehnik Jelang Seleksi Tahap II

MEDAN, DELITIMES.ID – Para atlet putri Persatuan Gulat Pengprov Seluruh Indonesia (PGSI) Sumut, terus fokus pada latihan fisik selain tehnik jelang seleksi tahap II program KONI Sumut Juni 2023 mendatang.

Untuk itulah Putri Septia yang merupakan mahasiswi Unimed Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) sementar enam yang turun digaya bebas 47 kg saat ini fokus pada latihan fisik dan tehnik agar lebih mumpuni.

Dikatakan, tes fisik sangat bagus agar dapat dilihat sejauh mana ketahanan tubuh para atlet. Maka dari itu, KONI Sumut lebih fokus pada fisik. Namun sebelum dilaksanakannya tes fisik tahap kedua, Putri anak kedua dari dua bersaudara pasangan (alm) Syaripuddin Hamzah dan Aisah terus berlatih serius guna tetap bertahan mengikuti Pelatda jangka panjang seusai tes tahap kedua nantinya.

Namun menurut Putri, kehebatan fisik belum bisa dinilai mumpuni tanpa dibarengi tahnik. Jadi kedua aspek tersebut harus berjalan berbarengan.

“Kalau dicabor gulat beda dengan cabor lainnya. Misalnya hebat dilari, belum tentu hebat di matras. Artinya harus diisi tehnik juga,” katanya serius saat ditemui di Medan, Senin (15/5/2023).

Disinggung mengenai sarana dan prasarana, Putri mengatakan, sudah lumayan bagus dari tempat latihan diawal yaitu bas man Stadion Teladan Medan. Sebab selain Aula SMA Swasta Advent yang berada di Jalan Air Bersih Medan jauh dari jalan umum, juga ruangannya luas, sehingga cocok untuk dijadikan tempat berlatih.

Sementara saingan terberat datang dari Jatim dan Kaltim. Sebab kedua provinsi ini dinilai memiliki sarana dan prasara sangat bagus serta program pembinaan atlet lebih baik.

“Pemerintah mereka lebih perhatian khususnya memberikan dana pembinaan, sehingga pelatihnya bisa berkembang dengan ilmu yang dimiliki. Begitu juga dengan atlet mereka sangatlah baik. Apalagi atlet mereka try outnya keluar negeri sehingga pengalaman tanding lebih baik. Sedangkan disini pembinaanya bisa dikatakan belum maksimal,” ucapnya serius.

Sedangkan dengan program pelatih sendiri, dinilai sangat bagus. Sebab pelatih tidak ingin melihat anak asuhnya tak bisa bersaing dengan atlet lain khususnya dari daerah lain.

“Jadi saya rasa pelatih sangat perduli dengan kami, tanpa ragu mereka tak perduli seperti mental dan materi juga diberikan kepada para atletnya agar kami meraih hasil maksimal seperti yang kami harapkan. Sedangkan target, masuk final,” pungkasnya mengakhiri. (dimitri)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini