MEDAN – Sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Komisi 3 DPRD Medan mengundang manajemen Hotel Adi Mulia Medan untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa (4/2).
Sebagai bagian dari tugas pokok dan fungsinya, Komisi 3 DPRD Medan menyoroti pembayaran pajak yang disetorkan oleh manajemen Hotel Adi Mulia, serta menanggapi informasi yang menyebutkan bahwa manajemen hotel tersebut tidak mau menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM di Kota Medan.
Ketua Komisi 3 DPRD Medan, Salomo Pardede, yang memimpin RDP tersebut, mempertanyakan kedua isu tersebut.
“Bagaimana dengan pembayaran pajak Hotel Adi Mulia? Mereka sudah beroperasi selama 7 tahun. Apakah pembayarannya lancar?” tanya Salomo Pardede.
Menanggapi pertanyaan itu, Ilham, mewakili Kepala Bapenda Kota Medan, mengungkapkan bahwa manajemen Hotel Adi Mulia telah mematuhi kewajiban pajaknya dengan baik. Pembayaran pajaknya tergolong signifikan.
“Rata-rata pembayarannya di atas 1 milyar Rupiah per bulan,” ungkap Ilham.
General Manager Hotel Adi Mulia Medan, Indra Muaz, membenarkan hal tersebut. Indra menjelaskan bahwa setoran pajak berasal dari pendapatan kamar dan restoran di hotel bintang lima tersebut.
“Hotel Adi Mulia memiliki 261 kamar dengan tingkat okupansi mencapai 75 persen,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi 3 DPRD Medan, David Roni Ganda Sinaga SE, mempertanyakan isu mengenai ketidakmauan manajemen hotel tersebut untuk bekerja sama dengan pelaku UMKM.
“Menurut informasi dari Kadis Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Medan, ada dua hotel yang tidak mau bekerjasama dengan pelaku UMKM, yakni JW Marriott dan Adi Mulia. Itulah mengapa kami mengundang pihak hotel untuk klarifikasi,” ujar David.
Menanggapi isu tersebut, Indra Muaz dengan tegas membantah tudingan tersebut. Pihaknya merasa tidak pernah menolak kerjasama dengan pelaku UMKM di Kota Medan.
“Jika hotel kami menolak kerja sama dengan UMKM, itu perlu dipertanyakan. Sebab, selama saya menjabat sebagai GM, belum pernah ada UMKM yang datang ke kami untuk mengajukan kerja sama,” tegasnya.
“Pastinya, kami akan selalu mendukung agar pelaku UMKM bisa berkembang di Kota Medan,” pungkasnya. (ds)
























