MEDAN – Pemko Medan, bersama dengan unsur Forkopimda, telah memulai kegiatan Pemantauan dan Pencegahan Asmara Subuh pada Minggu (2/3). Operasi ini dilakukan di beberapa titik strategis di Kota Medan, termasuk kawasan Kecamatan Medan Marelan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mencegah tindakan negatif yang sering terjadi di bulan Ramadan, seperti balapan liar, serta untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa.
Tim gabungan yang terdiri dari personel TNI/Polri dikerahkan untuk melakukan pemantauan di beberapa lokasi, antara lain Jalan Gagak Hitam (Ring Road), Rengas Pulau, dan Kesawan. Pemantauan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis, dengan harapan dapat menanggulangi masalah ini tanpa menimbulkan ketegangan.
Kegiatan pemantauan dimulai dengan apel bersama yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum, Ferry Ichsan, di Lapangan Rengas Pulau. Dalam apel ini, hadir juga pimpinan perangkat daerah serta anggota tim gabungan Pemko Medan.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Ferry Ichsan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengingatkan bahwa bulan Ramadan adalah kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah. Jika tidak dimanfaatkan dengan baik, bulan yang penuh berkah ini akan berlalu begitu saja.
Asisten Administrasi Umum tersebut juga mengimbau agar semua pihak menghentikan praktik asmara subuh, yang tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga menimbulkan keresahan di masyarakat dan dapat merusak fasilitas umum.
Usai apel, kegiatan pemantauan dilanjutkan dengan patroli keliling kota, menggunakan sepeda motor untuk menjangkau lebih banyak wilayah, guna memastikan keamanan dan kenyamanan selama bulan suci Ramadan. (ts)
























