Ilustrasi (foto/ist)

Singapura Bantah Jual Lagi LNG dari Indonesia

JAKARTA, DELITIMES.ID – Tudingan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebutkan Singapura menjual sebagian LNG dari Indonesia ke negara lain, dapat bantahan.

Kementerian Energi Perdagangan dan Industri (METI) Singapura menegaskan, bahwa gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang diperdagangkan perusahaan berbasis Singapura biasanya dikirim langsung dari negara asal ke negara tujuan tanpa melewati Singapura secara fisik.

Juru Bicara METI menyebutkan bahwa Singapura adalah pusat perdagangan internasional, termasuk untuk LNG. Lebih dari 50 perusahaan yang berbasis di Singapura membeli, memasarkan, dan memperdagangkan sumber LNG dari pasar global, termasuk Indonesia. Ada pun pasar sumber utama bagi perusahaan-perusahaan ini meliputi AS, Australia, dan Malaysia.

“Meskipun para pedagang yang berbasis di Singapura membuat keputusan komersial terkait kargo, kargo LNG sebenarnya biasanya bergerak langsung dari negara sumber ke negara tujuan dan tidak secara fisik melewati Singapura. Gas alam yang diimpor dari Indonesia melalui pipa adalah untuk penggunaan domestik, dan bukan untuk ekspor,” kata METI, dikutip dari Detik, Selasa (3/11/2026).

Dugaan Bahlil

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia menduga, bahwa Singapura menjual kembali sebagian gas alam cair atau LNG dari Indonesia ke negara lain. Ia memaparkan, Indonesia mengekspor total gas ke Singapura senilai 409,5 MMSCFD. Di mana 1.480 MMSCFD di antaranya adalah gas LNG.

Dari jumlah LNG sebesar itu, menurutnya, tidak semuanya untuk kepentingan dalam negeri Singapura. Dia menuduh Singapura melakukan trading atau penjualan kembali gas dari Indonesia.

“148 kargo itu setara dengan 1.480 MM. Itu yang kita kirim. Tapi keyakinan saya bahwa pengiriman 148 kargo itu tidak semuanya itu dipakai untuk kepentingan Singapura, tapi sebagian dijadikan sebagai trading, untuk kemudian diekspor lagi ke negara lain. Tapi ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026) lalu.

Meski begitu, Bahlil menyampaikan bahwa saat ini Indonesia belum berencana memangkas eskpor LNG ke Singapura. Hal ini karena kebutuhan LNG dalam negeri masih mencukupi.

“Nanti kita lihat perkembangannya lah, ya. Kan kita harus memprioritaskan kepentingan domestik kita. Tapi kalau domestik kita sudah cukup, saya pikir kita harus juga mengirim ekspor ke negara lain,” terang Bahlil. (REL)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini