Wabup H Mutsyuhito Solin Ajak Pemdes se-Pakpak Bharat Maksimalkan Intervensi Stunting

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Wakil Bupati Pakpak Bharat H Mutsyuhito Solin Dr MPd mengingatkan seluruh pemerintah desa se-Kabupaten Pakpak Bharat agar lebih memaksimalkan intervensi spesifik terhadap upaya percepatan penanggulangan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat.

PAKPAK BHARAT, DELITIMES.ID – Wakil Bupati Pakpak Bharat H Mutsyuhito Solin Dr MPd mengingatkan seluruh pemerintah desa se-Kabupaten Pakpak Bharat agar lebih memaksimalkan intervensi spesifik terhadap upaya percepatan penanggulangan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat.

“Mengingat masih tingginya angka balita stunting di Kabupaten Pakpak Bharat, maka saya sampaikan agar seluruh pemerintah desa bisa lebih memaksimalkan upaya intervensi yang lebih sensitif dan tepat sasaran sesuai faktor-faktor penyebab stunting. Lakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah, instansi, dan seluruh stakeholder terkait dalam percepatan, pencegaham dan penanggulangan stunting ini,” pesan Wakil Bupati di hadapan seluruh kepala desa se-Kabupaten Pakpak Bharat yang hadir di Aula Bale Sada Arih, dalam rangka ‘Sosialisasi Peraturan Bupati Pakpak Bharat Nomor 46 Tahun 2022 tentang Peran Pemerintahan Desa Dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting’.

Dengan terbitnya Peraturan Bupati No 46 Tahun 2022, memungkinkan upaya penanganan stunting yang sudah menjadi prioritas nasional bisa dilaksanakan oleh pemerintah desa dengan menyusun kegiatan-kegiatan yang relevan dan bersifat skala desa melalui APB Desa.

Berdasarkan data Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, angka prevalensi stunting Kabupaten Pakpak Bharat berada pada kategori tinggi, yakni sebesar 28,9 persen, peringkat ke-4 dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

“Hal ini harus menjadi perhatian serius kita bersama agar dapat memenuhi target angka prevalensi stunting nasional sebesar 14 % pada tahun 2024 ini,” jelas Wakil Bupati menekankan. (ALY)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wakil Bupati Pakpak Bharat H Mutsyuhito Solin Dr MPd mengingatkan seluruh pemerintah desa se-Kabupaten Pakpak Bharat agar lebih memaksimalkan intervensi spesifik terhadap upaya percepatan penanggulangan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat.

Wabup H Mutsyuhito Solin Ajak Pemdes se-Pakpak Bharat Maksimalkan Intervensi Stunting

PAKPAK BHARAT, DELITIMES.ID – Wakil Bupati Pakpak Bharat H Mutsyuhito Solin Dr MPd mengingatkan seluruh pemerintah desa se-Kabupaten Pakpak Bharat agar lebih memaksimalkan intervensi spesifik terhadap upaya percepatan penanggulangan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat.

“Mengingat masih tingginya angka balita stunting di Kabupaten Pakpak Bharat, maka saya sampaikan agar seluruh pemerintah desa bisa lebih memaksimalkan upaya intervensi yang lebih sensitif dan tepat sasaran sesuai faktor-faktor penyebab stunting. Lakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah, instansi, dan seluruh stakeholder terkait dalam percepatan, pencegaham dan penanggulangan stunting ini,” pesan Wakil Bupati di hadapan seluruh kepala desa se-Kabupaten Pakpak Bharat yang hadir di Aula Bale Sada Arih, dalam rangka ‘Sosialisasi Peraturan Bupati Pakpak Bharat Nomor 46 Tahun 2022 tentang Peran Pemerintahan Desa Dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting’.

Dengan terbitnya Peraturan Bupati No 46 Tahun 2022, memungkinkan upaya penanganan stunting yang sudah menjadi prioritas nasional bisa dilaksanakan oleh pemerintah desa dengan menyusun kegiatan-kegiatan yang relevan dan bersifat skala desa melalui APB Desa.

Berdasarkan data Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, angka prevalensi stunting Kabupaten Pakpak Bharat berada pada kategori tinggi, yakni sebesar 28,9 persen, peringkat ke-4 dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

“Hal ini harus menjadi perhatian serius kita bersama agar dapat memenuhi target angka prevalensi stunting nasional sebesar 14 % pada tahun 2024 ini,” jelas Wakil Bupati menekankan. (ALY)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *