MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, Robi Barus, mengkritisi pelaksanaan debat kedua calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Hotel Grand Mercure, Sabtu (16/11) lalu, yang tidak berlangsung kondusif. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Medan diminta segera melakukan evaluasi mendalam atas kejadian tersebut.
“KPU dan Bawaslu Medan harus segera mengevaluasi situasi debat publik kedua kemarin. Apa penyebabnya, dan bagaimana langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang pada debat berikutnya,” ungkap Robi kepada wartawan, Selasa (19/11).
Sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan periode 2024–2029, Robi menegaskan bahwa KPU dan Bawaslu tidak boleh bersikap pasif. Ia mendesak kedua lembaga tersebut memastikan debat publik ketiga, yang dijadwalkan pada 23 November 2024, dapat berjalan lebih tertib dan kondusif.
Robi juga menekankan pentingnya ketegasan terhadap oknum pendukung yang tidak kooperatif selama debat berlangsung.
“KPU dan Bawaslu harus bersikap tegas terhadap pendukung yang memicu keributan. Mereka yang tidak tertib seharusnya dikeluarkan dari ruang debat. Pastikan semua yang hadir bersikap kooperatif dan tidak menciptakan suasana tidak kondusif,” imbuhnya.
Evaluasi Teknis dan Pendukung Paslon
Sebelumnya, Ketua KPU Kota Medan, Mutia Atiqah, mengakui bahwa debat publik kedua tidak berjalan kondusif. Ia menyebut beberapa kendala teknis, seperti mikrofon yang tidak berfungsi, serta sikap pendukung pasangan calon (paslon) yang tidak tertib, menjadi penyebab utama terganggunya acara.
“Awalnya, mikrofon salah satu paslon tidak menyala saat menyampaikan visi misi. Hal ini memicu ketegangan dari pendukung paslon, yang akhirnya menyebabkan perdebatan. Untungnya, petugas keamanan berhasil menenangkan suasana,” beber Mutia, Senin (18/11).
Setelah insiden tersebut, para pendukung semakin tidak tertib dan sering berteriak selama sesi tanya jawab maupun penyampaian visi misi.
“Kami akui debat kedua ini tidak kondusif seperti debat pertama. Hal ini tentu akan menjadi bahan evaluasi untuk debat ketiga nanti,” imbuhnya.
Untuk memastikan debat ketiga berjalan lancar, Mutia menyatakan bahwa KPU akan menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama liaison officer (LO) dari masing-masing paslon dan pihak penyelenggara.
“Rakor akan dilaksanakan Rabu mendatang. Kami akan meminta LO untuk mengingatkan para pendukungnya agar tertib selama debat berlangsung. Selain itu, pihak ketiga penyelenggara juga akan kami evaluasi agar kendala teknis seperti ini tidak terulang,” tukas Mutia. (ts)
























