Dugaan Foya-foya Anggaran Desa dengan Modus Bimtek, Begini Komentar Anggota DPRD Deli Serdang Dahnil Ginting

DELISERDANG, DELITIMES ID – Maraknya bimtek di kabupaten Deli Serdang kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan jagat maya.

Di tengah-tengah kesusahan masyarakat Kabupaten Deli Serdang lantaran baru saja dilanda musibah besar yakni banjir yang menelan kerugian yang sangat fantastis, akan tetapi para penyelenggara, kepala desa dan beberapa pihak yang diduga terkait seakan tak merisaukan nasib masyarakat tersebut.

Pantauan wartawan di lapangan menemukan bahwa kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) atau studi tiru yang diadakan pada 8 Desember 2024 sampai 11 Desember 2024 di Hotel Ibis Semarang tersebut menelan anggaran Rp 18.500.000 per orang dan melibatkan kepala desa dan aparatur desa yang ditunjuk untuk mengikuti Bimtek tersebut.

Hal ini pun menjadi perhatian Muhammad Dahnil Ginting, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Deli Serdang saat dijumpai wartawan saat ia sedang menerima audiensi Aliansi Pemuda Mahasiswa Deli Serdang, Senin (16/12/2024).

Ia turut memberikan reaksi kecewa seakan geram dikarenakan maraknya kegiatan Bimtek yang menurutnya tidak ada dampak positif ke masyarakat khususnya masyarakat Deli Serdang.

Ditambah lagi saat ini masyarakat dalam kondisi prihatin lantaran baru ada musibah banjir.

“Dari pada di-Bimtek-kan, kondisi Deli Serdang ini baru saja terkena musibah, jadi lebih baik dananya itu dialokasikan kemeraka yang menjadi korban banjir. Daripada Bimtek yang guna dan manfaatnya belum tentu tersalurkan ke masyarakat,” ujarnya.

Di tengah perbicangannya dengan para mahasiswa, ia mengatakan bahwa ia akan mengeluarkan statement agar Presiden Prabowo Subianto bisa membuat tim khusus untuk mencari dan memburu aliran dana desa, terlebih lagi memburu kegiatan bimtek.

Selanjutnya politikus Partai Gerindra tersebut mengatakan bahwa saat ini Presiden Prabowo sedang gencar-gencarnya mencari anggaran untuk mewujudkan program makan siang gratis guna memberi asupan bergizi untuk anak-anak sekolah yang notabenenya adalah generasi penerus.

“Sejalan dengan program Pa Presiden, maka Bimtek sudah bisalah dikurangi, jadi bisa dilimpahkan dana desa tersebut untuk makan siang gratis guna perbaikan nutrisi dan gizi anak-anak sekolah,” lanjutnya. (BRZ)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini