Mobil pick-up warna hitam mengangkut gas subsidi 3 kg tampak memasuki lokasi gudang, Jumat (10/7/2026), sekira pukul 21.18 WIB. (foto/ist)

Diduga Kelabui Polisi, Pengoplosan Gas Subsidi di Percut Seituan Beroperasi Malam Hari

MEDAN, DELITIMES.ID – Belakangan ini, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri gencar melakukan razia ke sejumlah provinsi khususnya di Kota Medan, Sumatera Utara, terkait marak dan bebasnya penyalahgunaan gas subsidi 3 kg.

Di mana gas subsidi tersebut dijadikan sebagai ajang bisnis ilegal dengan cara melakukan pengoplosan ke dalam tabung gas nonsubsidi 12 kg dan 50 kg.

Akibatnya, beberapa gudang di Kota Medan yang dijadikan sebagai lokasi praktik pengoplosan gas subsidi 3 kg tersebut dikabarkan sempat terhenti beberapa minggu aktivitasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh topmetro.news, ada pun lokasi gudang gas oplosan yang sempat tutup tersebut berada di Kawasan Industri Medan (KIM) dan Kramat Kuda Percut Seituan.

Namun menurut informasi terbaru di lapangan, saat ini praktik pengoplosan gas subsidi 3 kg itu kembali bebas beroperasi di wilayah Kramat Kuda, Percut Seituan, Deli Serdang.

Bahkan ironisnya, diduga untuk mengelabui atau mengecoh petugas kepolisian, para pihak-pihak yang berperan sebagai pelaksana di lapangan melaksanakan kegiatan bisnis illegal pengoplosan gas subsidi tersebut pada malam hari.

Untuk pelaksana (penanggungjawab) kegiatan illegal itu di lapangan, disebut-sebut dipercayakan kepada oknum bernama Bahdin. Namun di belakangnya ada nama besar yakni Munir, yang kerap ditulis di pemberitaan media. Selain nama tersebut, diyakini masih ada nama-nama lainnya diduga berperan aktif dan sebagai ‘pemegang modal’ dalam kegiatan pengoplosan tersebut.

Bahdin selaku penanggungjawab kegiatan tersebut ketika dikonfirmasi wartawan terkait praktik pengoplosan gas subsidi 3 kg, Jumat (10/7/2026), tidak menampik hal tersebut.

“Ya benar Bang, baru 5 hari kami main di Kramat Kuda. Itu pun mainnya malam hari,” ujar Bahdin lewat sambungan telepon selulernya.

Bahdin menambahkan, bahwa pelaksanaan kegiatan pengoplosan gas subsidi yang sekarang berlangsung di Kramat Kuda, Percut Seituan, sifatnya hanya berlangsung untuk sementara waktu saja.

Sementara itu, masyarakat di sekitar lokasi saat ditanyai wartawan terkait keberadaan gudang tersebut, mengakui bahwa kegiatan di sana (dalam gudang), sudah kembali lagi beraktivitas.

“Uda main lagi kegiatan pengoplosan gas subsidi di Kramat Kuda Bang, padahal sebelumnya uda sempat tutup. Kegiatannya beroperasi pada malam hari, mungkin biar gak nampak masyarakat dan polisi,” beber seorang warga.

Ia juga mengaku sering melihat mobil pick-up warna hitam sudah dimodifikasi, bebas keluar masuk mengangkut tabung gas subsidi 3 kg dari kawasan gudang tersebut. Selain itu, tambahnya, lokasi gudang tersebut terlihat dijaga dan diawasi oleh beberapa oknum berambut cepak.

Dia pun meminta agar Dit Reskrimsus Polda Sumut dan Mabes Polri segera bertindak tegas terkait penyalahgunaan gas subsidi 3 kg yang dioplos ke dalam tabung gas nonsubsidi 12 kg yang kini kembali bebas beroperasi.

“Saya sangat berharap supaya kepolisian tidak ‘tutup mata’ apalagi sampai ‘bermain mata’ terkait kegiatan pengoplosan gas subsidi 3 kg, karena hal itu sangat merugikan kami masyarakat yang dapat menyebabkan kelangkaan gas dan kerugian keuangan negara,” pungkasnya. (TIM)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini