MEDAN, delitimes.id – Komitmen menghadirkan pelayanan yang mudah diakses masyarakat kembali ditunjukkan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan. Melalui program Layanan Eazy Paspor, petugas Imigrasi Belawan mendatangi Rumah Sakit Mitra Medika Premiere, Jalan Letjen S. Parman, Medan Petisah, Kamis (30/7/2026), untuk memberikan pelayanan penggantian paspor kepada seorang pasien yang sedang menjalani perawatan intensif.
Layanan tersebut diberikan kepada Lim Sukardi yang tidak dapat datang ke Kantor Imigrasi Belawan karena sedang menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU). Kondisi kesehatan pemohon membuat proses permohonan paspor dilakukan langsung di rumah sakit.
Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian (Lalintalkim) Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Angky Liobrian, mengatakan sebelum pelayanan dilaksanakan, petugas lebih dahulu berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan tidak mengganggu penanganan medis pasien.
Setelah memperoleh izin dari tenaga medis, petugas Imigrasi bersama dokter, perawat, dan keluarga pemohon memasuki ruang ICU untuk melakukan pengambilan data biometrik berupa foto sebagai salah satu persyaratan penerbitan paspor.
“Seluruh proses dilakukan sesuai standar operasional prosedur keimigrasian dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien. Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh pelayanan keimigrasian meskipun sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” kata Angky.
Menurutnya, Layanan Eazy Paspor merupakan salah satu bentuk pelayanan jemput bola yang dihadirkan Imigrasi Belawan bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan mobilitas sehingga tidak dapat datang langsung ke kantor imigrasi.
Pelayanan tersebut mendapat sambutan positif dari keluarga pemohon. Istri Lim Sukardi, Gue In, mengaku bersyukur karena proses pengurusan paspor suaminya dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan ruang perawatan.
“Kami sangat terbantu dengan pelayanan ini. Suami saya sedang menjalani perawatan sehingga tidak mungkin datang ke kantor imigrasi. Petugas datang langsung ke rumah sakit dan prosesnya cepat serta tidak berbelit-belit,” ujarnya.
Ia berharap pelayanan seperti ini dapat terus dipertahankan sehingga masyarakat yang berada dalam kondisi darurat tetap memperoleh kemudahan dalam mengurus dokumen keimigrasian.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menegaskan bahwa pelayanan tersebut merupakan implementasi komitmen Imigrasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurut Eko, Layanan Eazy Paspor juga merupakan bagian dari implementasi arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, melalui program “Imigrasi untuk Rakyat”, yakni menghadirkan pelayanan keimigrasian yang cepat, responsif, profesional, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap warga negara tetap memperoleh hak atas pelayanan keimigrasian, termasuk mereka yang sedang sakit atau memiliki keterbatasan untuk datang ke kantor imigrasi. Negara harus hadir memberikan kemudahan melalui pelayanan yang adaptif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Eko.
Melalui Layanan Eazy Paspor, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan prima dengan mengedepankan profesionalisme, kepedulian, dan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat. (ds)























