Normalisasi Parit Kota Baru Disorot Warga, Camat Medan Deli: Persoalan Utamanya Air Sungai Deli Kerap Meluap

MEDAN, delitimes.id – Proyek normalisasi parit di Komplek Perumahan Kota Baru, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, kembali menjadi sorotan. Warga mengeluhkan pengerjaan yang disebut telah berlangsung hampir dua tahun namun belum mampu mengatasi persoalan banjir dan genangan air di kawasan tersebut.

Selain menyebabkan genangan, proyek yang belum rampung juga dikeluhkan karena mengakibatkan kerusakan jalan dan mengganggu akses keluar-masuk warga. Kondisi itu memunculkan kekecewaan terhadap penanganan yang dilakukan pemerintah.

Kepala Komplek Kota Baru, Guno, mengatakan warga telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak kelurahan maupun kecamatan. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada penyelesaian yang benar-benar menyentuh akar persoalan.

“Sudah kami pertanyakan kepada lurah dan camat. Namun yang kami dapat hanya jawaban tanpa realisasi. Yang perlu dinormalisasi sebenarnya parit di ujung komplek yang mengarah ke Sungai Deli, karena di sana banyak endapan dan penyumbatan. Seharusnya itu yang dikorek,” ujarnya, Minggu (2/8).

Menurut Guno, apabila titik penyumbatan utama tidak dibersihkan, maka pengerjaan normalisasi di bagian lain tidak akan memberikan hasil maksimal.

Keluhan serupa disampaikan Dedy Key, warga Komplek Ivory Kota Baru. Ia menilai pemerintah perlu menghadirkan solusi nyata, bukan hanya melakukan peninjauan lapangan.

Ia mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Hasyim SE agar mendapat perhatian.

“Saya meminta Wali Kota Medan mengevaluasi kinerja Camat Medan Deli. Warga membutuhkan kepastian dan penyelesaian, bukan sekadar pengecekan di lapangan,” katanya.

Menanggapi kritik tersebut, Camat Medan Deli M. Aidiel Putra Pratama menjelaskan bahwa penyebab utama banjir di kawasan itu bukan hanya persoalan sedimentasi parit, tetapi juga karena elevasi Sungai Deli lebih tinggi dibandingkan saluran drainase di permukiman.

“Permukaan Sungai Deli lebih tinggi dari parit. Kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu,” ujar Aidiel saat dikonfirmasi.

Menurutnya, normalisasi saluran sebenarnya telah dilakukan. Namun, di bagian hilir belum terdapat pintu air yang dapat menahan luapan Sungai Deli ketika debit air meningkat.

“Sekarang sudah dicoba dinormalisasi. Tetapi di ujung saluran belum ada pintu air. Saat Sungai Deli naik, air masuk kembali ke parit sehingga terjadi banjir. Bahkan ketika pekerjaan sedang diselesaikan, debit Sungai Deli kembali naik sehingga kawasan itu kembali tergenang,” jelasnya.

Aidiel mengatakan, pihak Kecamatan Medan Deli telah mengusulkan pembangunan pintu air kepada Balai Wilayah Sungai (BWS). Usulan tersebut, kata dia, juga telah disampaikan dalam forum reses sebagai salah satu kebutuhan prioritas penanganan banjir di wilayah tersebut.

“Kami sudah meminta pembangunan pintu air kepada BWS dan usulan itu juga sudah kami sampaikan saat reses,” ujarnya.

Ia berharap usulan tersebut dapat segera direalisasikan karena keberadaan pintu air dinilai menjadi solusi untuk mencegah air Sungai Deli mengalir balik ke saluran drainase permukiman saat debit sungai meningkat.

Sementara itu, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar proyek normalisasi dapat diselesaikan secara menyeluruh, sehingga persoalan genangan dan banjir yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tidak terus berulang. (ds)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini