JAKARTA, DELITIMES.ID – Stok BBM (bahan bakar minyak) nasional berada dalam kondisi aman di level 18 hingga 20 hari. Kementerian ESDM memastikan hal ini, guna menjamin kelancaran distribusi ke masyarakat sekaligus meminimalisasi potensi gangguan di lapangan.
Pemerintah pusat melalui kementerian terkait juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengawasi penyaluran BBM di berbagai wilayah. Langkah mitigasi tetap dilakukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata tanpa kendala pasokan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan komitmen tersebut dalam acara resmi pemerintah di Jakarta, dikutip dari Demokratis.co.id, Sabtu (10/10/2026).
“Dari sisi ketahanan stok, 18 sampai 20 hari selalu tersedia dan kami juga selalu bekerja sama dengan pemda untuk dalam rangka memitigasi kondisi-kondisi yang terjadi di lapangan,” ujar Laode Sulaeman.
Pemerintah juga mengklarifikasi terkait munculnya antrean kendaraan di beberapa daerah. Hambatan penyaluran tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan perubahan jalur distribusi dari moda transportasi sungai ke darat akibat kekeringan dari dampak El Nino.
“Jadi, kalaupun kemudian terjadi antrean, antrean lebih disebabkan bukan karena ketahanan stok, tapi karena salah satunya, misalnya adalah kondisi El Nino,” kata Laode Sulaeman.
Pengalihan armada penyuplai ke jalur darat membutuhkan waktu lebih panjang karena kapasitas angkut truk jauh lebih terbatas dibandingkan kapal tanker sungai.
“Contohnya misalnya lewat sungai, sungainya kering, lalu dikirim pakai truk, dan truknya ini kapasitasnya tidak sebesar kalau kita mengirimkan dengan menggunakan kapal-kapal di sungai. Itu salah satu contoh kenapa terjadi antrean,” terang Laode Sulaeman.
Selain menjaga pasokan, pemerintah memastikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak naik sebagai bagian dari langkah pengendalian inflasi daerah. (REL)
























