MEDAN, DELITIMES.ID – Ketua Umum DPP HBB (Horas Bangso Batak) Lamsiang Sitompul SH MH, mendukung langkah tegas Kapolda Sumut beserta jajaran dalam upaya pemberantasan narkoba di Sumatera Utara.
Hal itu ia sampaikan saat menyambut kedatangan Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan, yang bersilaturahmi ke Kantor DPP HBB Jalan SM Raja/Jalan Saudara Nomor 31 Kota Medan, Jumat (6/11/2026).
Lamsiang Sitompul SH MH didampingi Sekretaris Umum DPP HBB Tomson M Parapat SH, beserta beberapa tokoh Sumut, seperti, Dr Ir Jim Siahaan MCP, Drs. Jekmen Sinulingga MHum, Prof Dr Robert Sibarani MSi, Prof Dr Albiner Siagian, Dr Drs Syafri Fadillah Marpaung SE MPd, Haryanto Napitupulu (Parmalim), Monarita Damanik, dan pengurus lainnya.
Sementara Kapolda Sumut datang bersama Kapolrestabes Medan Calvijn Simanjuntak, Kabid Humas Polda Sumut, Dirresnarkoba, dan sejumlah pejabat utama Polda Sumut lainnya.
Dalam sambutannya, Lamsiang memperkenalkan satu per satu pengurus HBB kepada Kapolda dan menceritakan awal mula HBB yang disebutnya sebagai miniatur Indonesia yang mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika.
“Di HBB ini Bhinneka Tunggal Ika. Ada yang Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, semua ada,” ujarnya yang disambut senyum Kapolda Sumut.
“Kami berbahagia atas kunjungan Bapak Kapolda beserta rombongan. Kiranya kunjungan ini menjadi langkah yang baik untuk menjalin hubungan yang baik, silaturahmi,” tambahnya seraya menyebut hubungan HBB dengan polisi sudah terjalin baik sejak lama sampai saat ini.
Sebagai seorang advokat ia meminta, agar di bawah kepemimpinan Irjen Sonny, proses hukum yang dilakukan harus transparan.
Lamsiang juga menegaskan mendukung langkah Irjen Pol Sonny Irawan memberantas peredaran narkoba di Sumut secara signifikan.
“Sebagai orang Batak di Sumatera Utara ini, kita tetap berharap narkoba bisa ditekan. Kalau hilang total mungkin terlalu muluk, tapi minimal ada penurunan yang signifikan,” ucap Lamsiang.
“Saya yakin dengan sosok Pak Kapolda akan meninggalkan suatu monumen yang akan diingat oleh masyarakat. Setidak-tidaknya di zaman Bapak, bisa ada penurunan yang signifikan,” tutupnya.
Menjawab sambutan itu, Irjen Pol Sonny Irawan mengaku bangga dan terhormat bisa diterima di HBB. “Terima kasih atas penyambutan dan penerimaan dari ormas HBB ini. Saya merasa bangga, merasa hormat bisa diterima,” ujarnya.
Sonny menegaskan, sejak dilantik menjadi Kapolda Sumut pada 1 Oktober 2026, ia membawa slogan ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Polisi harus berubah wajah, dekat dengan masyarakat, menjadi partner, bukan ditakuti.
“Saya tidak bermaksud konten, tidak bermaksud mencari popularitas. Saya ingin menyapa Bapak Ibu sekalian dan ingin dekat dengan warga, ingin mengetahui apa keluhan dari masyarakat,” tegasnya.
Ia mengaku, selama ini banyak tokoh masyarakat yang meminta waktu bertemu Kapolda. Namun kali ini, ia yang turun langsung menyentuh masyarakat.
“Kemarin saya bertemu tokoh di Langkat, sebelumnya ke tokoh Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, ke Kesultanan, ke kampus-kampus. Hari ini ke HBB,” katanya.
Dengan gaya blak-blakan, Sonny menggambarkan beratnya tugas polisi. “Menjadi polisi itu tidak mudah. Polisi ini selalu menjadi tempat keranjang sampah daripada semua masalah,” katanya.
Ia mencontohkan, pembangunan jalan dikerjakan perusahaan, tetapi kalau ada kecelakaan dan macet, yang dicari polisi. Undang-undang dibuat DPR, tetapi kalau demo ricuh, yang bentrok dengan massa juga polisi.
“Padahal kami tidak diajak saat pengerjaan, tidak diajak saat pembahasan. Tapi begitu ada masalah, yang ditanya mana polisi,” ucapnya.
Karena itu, polisi harus punya dua wajah. Satu sisi harus humanis, santun, dan ramah. Di sisi lain harus tegas, profesional, dan terukur saat menghadapi premanisme, perampokan, dan pihak yang mengganggu NKRI.
“Kalau ada premanisme, ada kejahatan, ada yang mengganggu NKRI, maka kami harus bersikap tegas,” tegasnya.
Sonny juga meminta maaf jika pelayanan anggota di lapangan belum maksimal. Ia mengaku, setiap hari HP-nya masuk 500 WA dari masyarakat yang minta dilayani. Tidak mungkin semua dibalas satu per satu.
“Saya mohon maaf apabila dalam pelaksanaan tugas masih banyak anggota kami yang belum maksimal. Mohon bisa dikomunikasikan dengan baik,” tandasnya.
Di akhir pertemuan, para pengurus DPP HBB beserta tokoh yang hadir, ‘mangulosi’ Kapolda Sumut.
Puji HBB
Sonny secara khusus memuji HBB. Menurutnya, Sumut adalah provinsi yang memiliki nilai strategis di kancah nasional, dan ciri khas paling utama adalah keanekaragamannya.
“Sumut ini luar biasa. Horas Bangso Batak, tapi isinya dari masyarakat Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha. Berbeda-beda tapi dalam satu kesatuan menjaga persatuan,” katanya.
Suku Batak sekitar 65 persen, sisanya Jawa, Bugis, Melayu, dan lain-lain. Agama Islam juga sekitar 65 persen, sisanya Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan lainnya. Namun bisa hidup rukun dalam satu provinsi.
Karena itu, sebut Kapolda, program pertamanya adalah mengajak polisi bersama masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam kesempatan itu, Sonny juga menyampaikan empat pesan penting, yakni, menjaga persatuan dan kesatuan, memerangi narkoba, melawan kejahatan jalanan, dan, tertib berlalulintas.
Ia juga menyinggung soal laporan polisi di Sumut yang selalu tinggi. Berbeda dengan Jawa Barat dan Jawa Tengah yang ada Laporan Pengaduan, di Sumut masyarakat kalau datang ke kantor polisi maunya langsung Laporan Polisi (LP) dan tidak mau pulang sebelum LP terbit.
“Budaya masyarakat Sumut ini kalau dikasih laporan pengaduan dia tidak mau pulang dari kantor polisi. Pokoknya sampai keluar LP. Akhirnya angka LP kami semakin tinggi,” katanya sambil tersenyum.
Di akhir sambutannya, Sonny kembali menegaskan, kedatangannya ke HBB adalah upaya komunikasi polisi dengan masyarakat. “Kehadiran kami ke HBB adalah salah satu upaya komunikasi kami dengan masyarakat. Saya minta doa restu, dukungan, dan support,” tutupnya. (REL)
























