MADINA, DELITIMES.ID – Aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dengan alat berat ekskavator yang dampaknya sangat besar merusak lingkungan, khususnya tepian DAS Aek Kapesong, Jambur Tarutung, dan Lapangan Manja Kotanopan semakin menggila.
Hal ini pun dapat atensi dari Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh SIK, Jumat (3/1/2025). Di mana melalui Kasi Humasy Iptu Bagus Seto SH akan melakukan cek lapangan dan melakukan tindakan tegas.
Ternyata hingga malam ini, Minggu (05/01/2025), aktifitas ilegal tersebut masih terus bebas beroperasi.
Dengan tidak takutnya para mafia PETI ini atas peringatan itu, menimbulkan banyak pertanyaan di benak masyarakat. Siapakah sebenarnya oknum yang mem-‘back up’ aktifitas PETI Kotanopan tersebut? Ke manakah personil Polsek Kotanopan dan instansi terkait lainnya?
Seperti informasi yang wartawan himpun, saat ini aktifitas PETI dengan alat berat itu terus beroperasi siang dan malam. Dan bahkan di waktu malam unit alat berat ekskavator semakin banyak.
Dan dari mafia PETI yang melakukan aktifitas di lokasi tersebut, oknum P bila siang hari ada tiga unit yang beroperasi. Begitu pula oknum G yang kuat dugaan adalah seorang kepala desa (kades), siang hari juga mengoperasikan tiga unit alat berat.
“Kalau siang terlihat hanya unit milik P ada tiga unit yang beroperasi. Dan oknum G juga tiga unit yang beroperasi. Tetapi bila malam hari, alat berat ekskavator PETI ini akan bertambah. Yakni, dari oknum milik H, B, dan lainnya,” ungkap narasumber warga Kotanopan yang identitasnya tak ingin dipublikasikan, Minggu (5/1/2025) malam. (RED)
























