MEDAN – Pada pidato perdana Wali Kota Medan yang disampaikan dalam rapat paripurna kemarin, visi, misi, dan program kerja yang beliau sampaikan memberikan optimisme baru bagi kemajuan Kota Medan dalam lima tahun ke depan.
“Pertemuan hari ini merupakan langkah positif dalam membangun sinergi antara Eksekutif dan Legislatif. Kunjungan roadshow ini menegaskan komitmen Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota Medan untuk bekerja bersama DPRD, sebagai mitra strategis, dalam mewujudkan Kota Medan yang lebih baik,” ungkap Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan M.Pd.B. Ia didampingi oleh Wakil Ketua Zulkarnaen S.K.M dan H. Rajudin Sagala S.Pd.I saat menerima kunjungan tersebut, Rabu (5/3) pagi, di ruang kerja Ketua DPRD Medan.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD Kota Medan siap mendukung setiap program pembangunan yang telah dicanangkan oleh Pemkot Medan, dengan tetap menjalankan fungsi pengawasan untuk kepentingan masyarakat Kota Medan.
Menurut Wong, beberapa prioritas yang disampaikan oleh Wali Kota dalam pidatonya kemarin, sangat sejalan dengan aspirasi masyarakat yang mereka wakili.
Beberapa isu strategis yang menjadi perhatian DPRD Kota Medan dan perlu ditangani bersama antara lain:
- Peningkatan infrastruktur kota, khususnya dalam mengatasi kemacetan, banjir, dan permasalahan sampah yang selama ini menjadi masalah utama di Kota Medan.
- Peningkatan kualitas pelayanan publik melalui digitalisasi, reformasi birokrasi, serta pembenahan profesionalisme ASN, pemberantasan pungli dan calo, serta peningkatan kapasitas SDM dalam pelayanan publik.
- Pengembangan potensi ekonomi kreatif dan penguatan UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
- Pemerataan pembangunan di setiap kecamatan untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah.
- Penguatan sektor pariwisata serta pelestarian warisan budaya Kota Medan yang kaya akan keberagaman.
“DPRD Kota Medan berkomitmen untuk mendukung Pemko dalam pengelolaan anggaran yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Kami juga akan mendukung program-program inovatif seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penuntasan kemiskinan di perkotaan, penurunan stunting, dan program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Wong.
Ia juga menambahkan, hubungan antara Eksekutif dan Legislatif bukanlah hubungan yang saling mengawasi untuk mencari kesalahan, melainkan hubungan kemitraan yang saling mendukung dan mengoreksi demi kemajuan Kota Medan.
“Dinamika politik memang bisa berbeda, namun tujuan kita satu: menjadikan Kota Medan sebagai kota yang maju, modern, dan bermartabat,” katanya.
Wong Chun Sen juga menjelaskan bahwa DPRD Kota Medan telah menyusun Propam Bapemperda (Program Pembentukan Peraturan Daerah), yang akan menjadi pedoman dalam pembahasan dan pengesahan Perda di masa mendatang.
“Kami berharap dapat bekerja sama dengan Pemko Medan dalam merumuskan dan menetapkan Perda yang benar-benar responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wong juga menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan di Sekretariat DPRD Kota Medan, dengan harapan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas layanan kepada dewan.
“Harapan kami, SDM di Sekretariat Dewan (Sekwan) harus memiliki kecakapan yang baik, baik secara intelektual maupun emosional, serta mampu memberikan pelayanan prima kepada dewan. Kesuksesan DPRD sangat bergantung pada dukungan aparatur ini, dan kami berharap DPRD Medan menjadi yang terbaik di Indonesia,” tegas Wong.
Setelah mendengar paparan Ketua DPRD Medan, Wali Kota Medan, Rico Waas, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan publik, baik secara offline maupun online.
“Kita akan terus mempersiapkan pelayanan publik yang memadai, bagaimana melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Kami tidak hanya melayani, tetapi juga hadir untuk melindungi dan menghargai masyarakat,” ujar Rico.
Rico juga menambahkan bahwa pihaknya akan tetap mempertahankan penggunaan aplikasi pelayanan yang sudah ada, karena pengenalan aplikasi baru bisa menyulitkan masyarakat.
“Saya pikir lebih baik melanjutkan penggunaan aplikasi yang sudah terbukti efektif. Kami juga akan memfungsikan seluruh OPD untuk memberikan pelayanan publik yang lebih humanis,” ungkapnya.
Meskipun banyak program yang harus dikerjakan, Wali Kota mengingatkan bahwa prioritas tetap harus ditetapkan, terutama dalam hal penanganan sampah dan pengelolaannya.
“Contoh yang paling sederhana adalah kesadaran masyarakat terhadap kebersihan. Di luar sana, masyarakat lebih sadar untuk membuang sampah pada tempatnya, sementara di sini, kesadaran tersebut masih perlu ditingkatkan,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Rajudin Sagala mengungkapkan apresiasi atas komitmen Wali Kota Medan yang sangat mendukung peningkatan pelayanan publik.
“Saya sangat terkesan dengan pidato Wali Kota kemarin dan mendukung sepenuhnya kebijakan yang disampaikan. Ketika wartawan bertanya, saya jawab bahwa kebijakan Wali Kota seperti inilah yang harus kita dukung,” tukasnya. (ds)
























