MEDAN – Anggota Komisi IV DPRD Medan, Rommy Van Boy, menegaskan pihaknya akan terus menjalankan fungsi pengawasan sesuai dengan bidang komisinya terkait pembangunan di Kota Medan. Dengan pengawasan yang maksimal, diharapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemko Medan juga dapat meningkat.
Hal tersebut disampaikan Rommy Van Boy kepada wartawan, Selasa (3/6/2025), menanggapi gencarnya inspeksi mendadak (sidak) Komisi IV ke lapangan dalam rangka pengawasan dan penertiban bangunan bermasalah.
“Kami ingin pembangunan bangunan di Kota Medan tertata sesuai aturan dan tidak merusak estetika kota,” tegas Rommy.
Rommy menegaskan pihaknya tidak anti terhadap pembangunan. Justru sebaliknya, pihaknya sangat mendukung kemajuan pembangunan di kota, khususnya bagi para pengembang dan pengusaha yang ingin berinvestasi di Kota Medan.
Namun, menurut Rommy, pengusaha atau developer yang berinvestasi di Kota Medan harus bersedia menaati seluruh peraturan yang berlaku. “Jika pengusaha tidak mengikuti aturan, Pemko Medan melalui aparatnya harus memberikan sanksi tegas tanpa tebang pilih agar memberikan efek jera,” ujarnya.
Seperti yang terlihat dalam peninjauan ke dua unit bangunan dua lantai tanpa izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Jalan Perjuangan, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (3/6/2025).
Saat meninjau lokasi, setelah mengetahui bangunan belum memiliki izin, Rommy dengan tegas meminta kepada perwakilan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan, Hafiz, agar segera menerbitkan Surat Perintah Penghentian Pekerjaan (SP3) dan meneruskannya ke Satpol PP Kota Medan untuk dilakukan penyegelan atau penutupan bangunan.
“Kami minta bangunan ini disegel karena tidak memiliki izin. Persoalan seperti ini sudah mulai menjamur di Kota Medan,” kata Rommy.
Di hari yang sama, Rommy Van Boy juga meninjau lokasi penimbunan hutan mangrove di Jalan PLTU, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan. Rommy kembali meminta Satpol PP untuk menyegel areal pembangunan tersebut karena sarat dengan masalah. (ds)
























