SERGAI, DELITIMES.ID – Cuaca angin kencang diikuti ombak besar terus menghantui dan menimbulkan rasa khawatir yang cukup dalam. Pasalnya banjir saat air laut pasang sudah menjadi langganan di Dusun I dan II Desa Bagan Kuala Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
“Baru-baru ini kami yang berdomisili di dua dusun itu dihantam banjir hingga masuk ke rumah. Dan yang paling parahnya, empat hari kami dilanda banjir rob yang tidak hanya air yang masuk ke rumah, melainkan lumpur dari tengah laut itu disapu ombak hingga ke rumah. Sedih benar nasib masyarakat Desa Bagan Kuala ini,” ujar Jasmin warga Desa Bagan Kuala, Jumat (7/11/2025).
Kalau begini terus bencana banjir yang datang, dia khawatir, lama-lama daratan yang di atasnya ada berdiri rumah-rumah warga bisa hanyut terbawa ombak besar. Trauma dan rasa takut terus membayangi pemikiran warga setiap malam mau istirahat. Sebab, ombak besar dan banjir rob sering datang tiba-tiba pada malam hari menjelas subuh di saat semua warga nyenyak tidur, tiba-tiba terbangun, air, pasir dan lumpur sudah ada di dalam rumah. Betapa terkejutnya warga dan tak tahu ke mana lagi mau mengungsi di tengah malam tersebut.
Banjir rob tidak hanya memasuki rumah warga, tapi Kantor Desa Bagan Kuala juga terkena dan seluruh lantai dipenuhi lumpur. Sedih, kata Jasmin, sembari mengutarakan sampaikan kapan bencana seperti ini dialami masyarakat Desa Bagan Kuala. “Apakah sampai ada korban jiwa, hilang tempat tinggal warga ditelan ombak besar?” tanyanya.
Kepala Desa Bagan Kuala Safril yang dihubungi via WhatsApp, mengenai bencana banjir yang melanda masyarakat Dusun I dan II, mengatakan, banjir rob berbeda dengan banjir biasa. Kalau banjir biasa terjadi ketika air pasang laut atau banjir kiriman. Banjir rob membawa air dan lumpur dengan ketinggian 30 cm -50 cm memasuki rumah masyarakat yang ada di Dusun I,II Desa Bagan Kuala.
Peristiwa banjir rob ini terjadi selama 4 hari sejak tanggal 4 November 2025 dan Jumat dinihari (7/11/2025) mulai pukul 01.30 WIB hingga pagi, air sudah mulai surut dan menyisakan lumpur di dalam rumah.
Banjir rob kali ini tergolong cukup parah, sebab banyak warga yang tidak bisa tidur di rumah karena lumpur masuk ke dalam. Selain susah tidur dan beraktivitas, peralatan rumah tangga seperti mesin cuci dan kebahagian peralatan elektronik lainnya terdampak.
Parahnya lagi, air yang selama ini dikomsumsi berasal dari sumur bor bersih, karena banjir rob tersebut, air sumur bor menjadi kotor dan menyulitkan warga memperoleh air bersih selama dilanda banjir rob.
Ia selaku Kepala Desa Bagan Kuala sangat berharap ada bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemprov Sumut dan Pemkab Serdang Bedagai untuk mengatasi bencana alam yang kerap melanda Desa Bagan Kuala.
“Semoga ke depan ke khawatiran warga akan terus terjadi bencana dapat hilang dikarenakan bencana banjir rob bisa diatasi pemerintah,” ungkapnya.
“Mari secara bersama kita berdoa semoga Allah SWT menurunkan pertolongan. Begitu juga dengan pemerintah, melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih dapat direalisasikan di Desa Bagan Kuala. Dengan adanya pembangunan pemecah ombak besar dan relokasi rumah warga dapat diwujudkan, kami yakin banjir rob tidak lagi melanda Dusun I, II, maupun dusun lainnya di Desa Bagan Kuala,” ucapnya. (REL)
























