Gedung Danantara Indonesia (foto/ist)

Hingga Akhir Tahun 2026, Danantara Dikabarkan Bakal Tutup 750 BUMN

JAKARTA, DELITIMES.ID – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menargetkan, setidaknya 750 perusahaan di bawah pengelolaannya ditutup hingga akhir 2026, melalui konsolidasi, merger, divestasi, dan likuidasi.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menjelaskan, sebanyak 200 perusahaan akan dikonsolidasikan untuk meningkatkan efektivitas operasional.

Salah satunya, perusahaan kawasan industri yang berjumlah 23 akan digabung menjadi satu perusahaan.

“Kami berharap pada akhir tahun ini dapat menutup setidaknya 750 perusahaan di bawah Danantara Indonesia melalui konsolidasi, merger, divestasi, dan likuidasi,” ujar Dony saat ditemui dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, dikutip dari Kompas, Selasa (27/10/2026).

Selain itu, lima perusahaan manajemen aset akan dikonsolidasikan menjadi satu perusahaan. Danantara juga akan menyatukan 1.200 hotel di bawah satu perusahaan.

“Kita juga memiliki 1.200 hotel yang sekarang berada di bawah satu perusahaan. Jadi, semua perusahaan ini kami satukan,” ujar Dony.

Sementara itu, perusahaan asuransi akan dikonsolidasikan dari 16 perusahaan menjadi tiga perusahaan. Ketiganya akan bergerak di bidang asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.

Selain konsolidasi, Danantara akan melakukan restrukturisasi terhadap 15 perusahaan, termasuk Krakatau Steel.

Danantara juga menargetkan sebanyak 213 perusahaan dilikuidasi dan 208 perusahaan lainnya dilepas melalui divestasi. Dony mengatakan, rangkaian restrukturisasi tersebut merupakan bagian dari upaya menyederhanakan struktur perusahaan di bawah Danantara Indonesia.

Pada tahap akhir, jumlah perusahaan ditargetkan menjadi sekitar 250 perusahaan. Namun, Danantara saat ini menargetkan jumlah perusahaan yang dipertahankan bisa kurang dari 200 perusahaan.

“Pada tahap akhir, jumlahnya akan menjadi 250 perusahaan, dan saat ini kami menargetkan jumlahnya bisa kurang dari 200 perusahaan,” kata Dony. (REL)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini