JAKARTA, DELITIMES.ID – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo mengaku mendapat titipan besar dari Jokowi terkait Pilpres 2024.
Prabowo mengatakan pertemuan sekitar tiga jam dengan Jokowi lebih banyak bicara mengenai masa depan Indonesia. Ia menampik anggapan ada pembicaraan mengenai capres-cawapres dengan Jokowi.
“Secara praktis (mengenai Pilpres 2024) tidak. Tadi titipan besar bahwa kita harus rukun, kompak, bisa bekerja sama demi bangsa dan negara,” kata Prabowo, Selasa malam (2/5/2023), usai pertemuan para ketum parpol besama Jokowi.
Prabowo berkata Jokowi banyak bercerita tentang pembangunan Indonesia. Jokowi menyinggung posisi ekonomi Indonesia yang sudah ada di urutan ke-16 dunia.
Prabowo pun optimis Indonesia bisa menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor 4 dunia. Menurutnya, hal itu bisa terwujud bila semua elemen bangsa kompak.
“Kita sangat mungkin bisa menjadi ekonomi ke-4 terbesar dunia kalau kita pandai memanfaatkan keadaan,” ujarnya.
Duet Ganjar-Prabowo
Prabowo juga membantah membahas duet dengan Ganjar Pranowo saat para ketua umum partai koalisi pemerintah bertemu Jokowi.
Ia berkata pertemuan para ketua umum dengan Jokowi tak terlalu banyak membahas politik. Ia menampik ada pembahasan rencana dirinya mendukung Ganjar Pranowo.
“Tadi kita enggak terlalu rinci (membahas soal rencana mendukung Ganjar),” kata Prabowo.
Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Muhammad Romahurmuziy menyebut pertemuan antara Jokowi dengan ketua umum parpol akan membahas koalisi untuk Duet Ganjar-Prabowo.
Romy, sapaan akrabnya, menyebut pertemuan tanpa kehadiran Partai NasDem. Pertemuan sekaligus digelar dalam rangka halalbihalal.
Prabowo juga memberikan tanggapan mengenai alasan Surya Paloh maupun perwakilan Partai NasDem tak hadir.
Menurutnya, saat ini Paloh sedang berada di luar negeri, sehingga berhalangan hadir. Ia juga tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan NasDem tak bergabung dalam pertemuan tersebut.
“Sedang di luar negeri. Sedang di luar negeri,” ujar Prabowo singkat.
Sementara itu, Ketua DPP Partai NasDem Charles Meikyansyah menyebut partainya tidak menerima undangan pertemuan partai koalisi pemerintah dengan Presiden Jokowi.
Ia memastikan tak ada undangan terkait pertemuan itu, baik kepada ketua umum maupun sekretaris jenderal. Padahal, ia menjamin NasDem bakal hadir jika menerima undangan.
Sejumlah ketua umum partai politik koalisi pendukung pemerintah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/5) malam.
Turut hadir Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, hingga Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Pertemuan ini digelar sejak sekitar pukul 19.00 WIB.
Jokowi mengundang semua ketum parpol pendukung pemerintah, kecuali Ketum Partai NasDem Surya Paloh. NasDem sebelumnya telah memutuskan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pemilu 2024.
Sementara partai lain dalam koalisi pendukung pemerintah memilih capres yang berbeda-beda. Gerindra telah memutuskan mengusung Prabowo Subianto yang didukung oleh PKB. Keduanya tergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.
Kemudian PDIP mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres, didukung oleh PPP. Sementara Golkar dan PAN belum memutuskan dukungan capres. (RED)
























