KOGANA Menyampaikan Sejumlah Usulan pada Musrenbang RKPD 2025, Terkait Masalah Lingkungan dan Kebencanaan

MEDAN, DELITIMES.ID – Komunitas Siaga Bencana (KOGANA) menyampaikan usulan-usulan serta gagasan warga Kota Medan dan khususnya Warga Medan Sunggal bersama  10 SKPD yg disatukan dalam acara Musrenbang RKPD 2025, masyarakat kota Medan di Hotel Four Point,,28-29 Februari 2024.

Secara garis besar, KOGANA memohon usulan Musrenbang Kecamatan Medan Sunggal dapat diperhatikan, mulai dari fasum untuk mengatasi masalah banjir, penerangan jalan umum, akselerasi serah terima fasum komplek perumahan, rekayasa drainase Jalan Sunggal/Jembatan Sunggal, serta maksimalisasi program kesehatan gratis bagi warga Kota Medan agar meng-cover jenis kecelakaan tunggal.

Kepada Walikota Medan melalui Bappeda Kota Medan, Pembina KOGANA Sumut Benny Yudi Purnama menyampaikan usulan-usulan tersebut, ditandai dengan menandatangani sebuah Berita Acara pada acara penutupan yang disahkan oleh Wakil Walikota Medan H Aulia Rachman.

Menurut Benny, adapun KOGANA mengajukan beberapa usulan di antaranya kepada Dinas KKPCKTR tentang realisasi dan pembangunan di komplek perumahan yang sudah serah terima dengan Pemko Medan.

“Serta percepatan program Medan Tanpa Kabel, SPM agar dimaksimalkan dari layanan kesehatan Puskesmas Terpadu  khususnya du Desa Lalang serta kejelasan dari RUTR Ruang Terbuka Hijau di Taman Cadika khususnya,” katanya.

Lalu kepada Dinas Infokom, diminta agar memberi  keleluasaan SKP BPBD Medan, dalam mengatur/memelihara radio komunikasinya sendiri.

Juga pemberian set top box kepada masyarakat demi keterbukaan Informasi dan pendidikan warga.

“Kepada Dinas PMK dan Penyelamatan kami mengusulkan agar maksimalkan kerjasama Pentahelix dalam menyikapi perumahan yang padat dengan pengadaan alat pemadam kebakaran,” ujar Benny.

Kemudian juga menambah kapasitas kompetensi SDM anggotanya di tehnik pemadaman, serta melibatkan lembaga masyarakat setempat, khususnya pada permukiman padat penduduk.

Keoada Dinas Lingkungan Hidup dimintakan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat terhadap lahan-lahan di sekitar DAS yang membelah kota Medan

“Melakukan penanaman kembali vegetasi di DAS berdasarkan kemanfaatan ekonomi,” imbuhnya.

Sementara itu usulan mengenai rekayasa drainase khusus di Jalan Sunggal yang bersinggungan dengan lahan PTPN didampaikan kepada Dinas SDAMBK, melihat dimensi drainage terlalu kecil yang menyebabkan efek bottle neck.

Diusulkan juga agar mempercepat kerjasama dengan pihak BWS II di antaranya untuk normalisasi Sungai Baderah, sebagai antisipasi pekerjaan ubderoass di depan Manhattan Mall/Apartemen.

Kepada BAPELITBANG, dalam menyikapi perintah efisiensi dari Kemendagri maka KOGANA mengysulkan agar melakukan ootimalisasi unsur kecamatan dan kelurahan dengan tehnik pemetaan wilayah, dalam kajian pembangunan, pengangguran dan kemiskinan kota.

“Menyikapi Program Pokasi dari kementrian dengan ketersediaan lapangan kerja usia produktif di Sumatera Utara,” tambah Benny.

Kepada BAPEDA, ada pula sulan keterlibatan Pentahelix dalam pembuatan perencanaan kota Medan.

Dan terakhir kepada Badan Riset dan Inovasi Daerah, diusulkan untuk membuka kemungkinan kerjasama dengan para lembaga yang kompeten serta akademisi.

“Terimakasih kepada BAPEDA, yang sudah mempercayai KOGANA untuk hadir dan memberi usulan, diharapkan ini adalah sebuah momen keterbukaan Pemko Medan dengan para lembaga swadaya masyarakat dalam konsep kolaborasi,  agar tagline yang selalu kita gaungkan bisa maksimal walau butuh waktu,” tutup Benny. (ehm)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini