JAKARTA, DELITIMES.ID – Tekanan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menguat.
Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) hingga pengamat politik kompak menilai kinerja pemerintah belum efektif. Data SMRC bahkan mencatat kepuasan publik anjlok 30,1% dalam 9 bulan.
Aliansi Mahasiswa Indonesia yang merupakan gabungan mahasiswa lintas kampus pun menggelar aksi sikap di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Koordinator AMI Wawan dari Universitas Bung Karno (UBK), menegaskan, Sebanyak 90% menteri gagal. “Buktikan dengan evaluasi terbuka! Reshuffle atau tumbang!” tegasnya, dikutip dari NKRIPost, Sabtu (22/8/2026).
AMI juga menyoroti kondisi ekonomi, lingkungan, infrastruktur, pangan, dan persoalan sosial yang dinilai belum terselesaikan.
Ada lima kementerian yang disorot AMI, yakni, Kementerian ESDM, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian PU dan Infrastruktur.
Terkait itu, AMI pun mengutarakan lima tuntutan, antara lain:
- Evaluasi menyeluruh dan terbuka terhadap seluruh menteri Kabinet Merah Putih.
- Ganti menteri yang tidak mampu memenuhi target.
- Setiap kementerian wajib buka capaian dan target kinerja ke publik.
- Kebijakan berpihak ke rakyat, bukan elite.
- Jabatan menteri adalah amanah, bukan hadiah politik.
“Kepada Presiden Prabowo, jika tuntutan AMI tidak direspon dalam 7×24 jam, maka AMI akan turun ke jalan sampai menang,” tegas Wawan.
Aksi ini dihadiri mahasiswa dari UBK, Kosgoro, Jayabaya, UNJ, UNSIA, UNAS, Unindra, USNI, UIN dan kampus lainnya. (RED)






















