Tangerang, Delitimes.id – Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang menggelar wisuda ke-51 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Selasa (27/10/2026). Sebanyak 1.064 lulusan dari program sarjana dan pascasarjana mengikuti prosesi wisuda tersebut.
Dalam sambutannya, Rektor UNIS Tangerang, Prof. Dr. Mustofa Kamil, mengajak para wisudawan meneladani semangat perjuangan dan pantang menyerah Syekh Yusuf dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ia mengingatkan bahwa keterbatasan fisik dan hambatan geografis tidak pernah memadamkan semangat Syekh Yusuf untuk terus mengajar, menulis, dan membangun peradaban, meskipun harus menjalani pengasingan di Ceylon (Sri Lanka) hingga Cape Town, Afrika Selatan.
Menurut Mustofa, semangat tersebut relevan bagi para lulusan dalam menghadapi persaingan menuju Indonesia Emas 2045, khususnya di wilayah Banten dan Tangerang Raya.
“Menghadapi persaingan dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045, khususnya di Banten dan Tangerang Raya, lulusan UNIS tidak boleh mudah menyerah. Ijazah bukan sekadar garansi kenyamanan, melainkan lisensi belajar dan tiket perjuangan untuk terus melakukan upskilling dan reskilling tanpa henti,” ujar Mustofa di hadapan para wisudawan.
Ia juga menyoroti tantangan ekonomi global dan nasional yang dinilai berpengaruh terhadap kondisi ketenagakerjaan serta peluang penyerapan tenaga kerja formal.
Karena itu, Mustofa berpesan agar lulusan yang belum memperoleh pekerjaan tidak mudah putus asa. Ia mendorong para alumni membangun kemandirian melalui kegiatan kewirausahaan sembari terus meningkatkan kompetensi diri.
“Bagi alumni yang sudah memperoleh pekerjaan, saya berharap untuk terus mengembangkan kompetensinya agar karier ke depan semakin baik. Sementara bagi yang belum, bangun kemandirian dan berwirausaha dahulu,” katanya.
Untuk mempersiapkan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja, UNIS Tangerang terus mengoptimalkan peran Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang dimiliki kampus dan disebut berstandar nasional.
Menurut Mustofa, keberadaan LSP menjadi sarana pendukung bagi mahasiswa untuk memperoleh pengakuan kompetensi tambahan di luar pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari melalui program studi masing-masing.
“Jadi, mereka bukan saja memperoleh pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan di program studinya, tetapi dengan LSP ini ada tambahan kompetensi. Sehingga kalau mereka mau bersaing di dunia yang lebih luas, saya yakin mereka sudah siap,” jelasnya.
Selain mendorong peningkatan kompetensi profesional, UNIS juga membuka kesempatan bagi para alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Pascasarjana (S2).
Kesempatan tersebut ditujukan bagi lulusan yang ingin memperdalam bidang keahlian tertentu, termasuk mereka yang bercita-cita berkarier sebagai akademisi, dosen, widyaiswara, maupun tenaga profesional di bidang lainnya.
Menutup sambutannya, Mustofa menyampaikan tiga pesan utama kepada para wisudawan, yakni menjaga kesabaran, memperkuat tawakal dan doa, serta konsisten menerapkan prinsip pembelajaran sepanjang hayat atau lifelong learning.
“Ijazah itu adalah mahkota keilmuan, namun tindakan dan karya nyata para wisudawan yang akan mengukir sejarah. Jadilah obor penerang di tengah masyarakat dan pembawa kemajuan bagi bangsa dan agama,” pungkasnya.(Red)
























