MANDAILING NATAL, DELITIMES.ID — Panggung organisasi Korps HMI Wati (KOHATI) mendadak gempar akibat aksi klaim sepihak yang dinilai mencederai marwah forum resmi. Dewi Wahyuni secara mengejutkan mengaku-ngaku sebagai Ketua KOHATI terpilih. Padahal, yang bersangkutan tercatat sama sekali tidak pernah menghadiri forum Musyawarah KOHATI Cabang (Muskohcab), apalagi menyerahkan berkas persyaratan sebagai kandidat.
Tindakan tersebut menuai sorotan tajam dan kecaman keras dari internal organisasi karena dinilai tidak tahu malu serta mencerminkan bobroknya etika dalam berorganisasi.
Klarifikasi tegas datang langsung dari forum resmi. Seminggu pasca-Konferensi Cabang (Konfercab), Demisioner Sekum KOHATI, Nur Aida, secara sah membuka forum Muskohcab sesuai dengan mekanisme dan konstitusi organisasi yang berlaku.
Dalam forum yang dihadiri oleh para kader dan pemilik suara sah tersebut, mekanisme pemilihan berjalan tertib dan transparan. Hasilnya, forum Muskohcab secara bulat menetapkan Rahma Safitri sebagai Ketua KOHATI terpilih secara aklamasi.
Purnama Meilandari menegaskan bahwa seluruh proses pengambilan keputusan dalam Muskohcab memiliki legalitas hukum dan organisasi yang mengikat. Pihaknya menyayangkan munculnya klaim sepihak tanpa dasar dari Dewi Wahyuni yang dinilai hanya mencari panggung politik instan tanpa mau melewati proses konstitusional.
“Bagaimana mungkin seseorang bisa mengklaim posisi ketua sementara namanya tidak pernah terdaftar sebagai calon, tidak menyerahkan berkas administrasi, bahkan tidak menampakkan hidung di dalam forum resmi? Ini jelas tindakan yang nir-moral dan bentuk manipulasi publik,” tegas salah satu fungsionaris yang hadir dalam forum tersebut.
Dengan ditetapkannya Rahma Safitri secara aklamasi oleh forum resmi yang dibuka oleh demisioner, klaim yang dilayangkan Dewi Wahyuni dipastikan gugur demi hukum organisasi dan hanya dianggap sebagai angin lalu yang merusak tatanan kaderisasi.(Red)























